Pemerintahan Perdana Menteri Theresa May diguncang krisis Brexit. (Foto: AFP).
Pemerintahan Perdana Menteri Theresa May diguncang krisis Brexit. (Foto: AFP).

Empat dari 10 warga Inggris Cemas dan Marah akan Brexit

Internasional politik inggris brexit
Arpan Rahman • 22 Maret 2019 19:10
London: Sekitar empat dari 10 orang dewasa Inggris dibiarkan merasa tidak berdaya, marah, atau khawatir oleh Brexit.
 
Badan amal Mental Health Foundation (MHF) menghelat survei itu untuk melihat dampak akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada bagaimana perasaan orang, kenyaman tidurnya, dan hubungan mereka.
 
Jajak pendapat menemukan bahwa Brexit telah membuat 43 persen merasa tidak berdaya, 39 persen merasa marah, dan 38 persen merasa khawatir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekitar 26 persen mengatakan Brexit tidak menyebabkan mereka merasakan emosi tertentu dalam 12 bulan terakhir.
 
Tetapi 17 persen mengaku Brexit telah menyebabkan "tingkat stres yang tinggi". Sementara 12 persen melaporkan bahwa itu menyebabkan mereka mengalami masalah tidur. Beberapa kalangan menyebutkan Brexit membuat mereka merasa penuh harapan (sembilan persen), bahagia (tiga persen), atau percaya diri (dua persen).
 
Dalam referendum tahun 2016 tentang keanggotaan UE di Inggris, 52 persen memilih meninggalkan sementara 48 persen mendukung tetap di blok tersebut. Kepala eksekutif MHF Mark Rowland mengungkapkan kepada AFP bahwa orang-orang yang memilih 'Tetap di UE' melaporkan tiga kali tingkat kecemasan para pendukung 'Keluar dari UE'.
 
"Tetapi dalam kaitannya dengan ketidakberdayaan, Anda benar-benar melihat bahwa perbedaan antara pemilih 'Tetap' dan pemilih 'Keluar' sangat sama," katanya, seperti disitat dari laman AFP, Jumat 22 Maret 2019.
 
"Jadi semua orang di seluruh spektrum politik merasa kemampuan mereka untuk mengendalikan apa yang terjadi sangat kecil," sambungnya.
 
Secara geografis, ditambahkan, "semakin dekat Anda ke London, semakin banyak orang yang peduli. Terlepas dari kenyataan bahwa kemungkinan dampak Brexit akan berkurang pada wilayah metropolitan."
 
Kepastian Brexit belum diputuskan, di mana Inggris akan meninggalkan Uni Eropa dalam waktu tujuh hari kecuali jika perpanjangan waktu disepakati antara London dan Brussels.
 
Badan amal MHF, yang didirikan pada 1949, bertujuan membantu orang memahami, melindungi, dan mempertahankan kesehatan mental mereka.
 
Rowland mencamkan persentase kecil yang mengatakan bahwa mereka kehilangan waktu tidur karena Brexit.
 
"Kebanyakan orang benar-benar dapat melanjutkan hidup mereka dan memisahkan kekhawatiran mereka tentang Brexit dari respons pribadi dan emosional mereka sendiri," katanya.
 
Penjajak pendapat YouGov melakukan survei daring terhadap 1.823 orang dewasa Inggris antara 12-13 Maret 2019.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif