Puluhan ribu orang berunjuk rasa menentang kepemimpinan PM Andrej Babis di Wenceslas Square, Praha, Republik Ceko, Selasa 10 Desember 2019. (Foto: AFP/MICHAL CIZEK)
Puluhan ribu orang berunjuk rasa menentang kepemimpinan PM Andrej Babis di Wenceslas Square, Praha, Republik Ceko, Selasa 10 Desember 2019. (Foto: AFP/MICHAL CIZEK)

50 Ribu Pedemo Desak PM Ceko Segera Mundur

Internasional republik ceko
Willy Haryono • 11 Desember 2019 08:00
Praha: Sekitar 50 ribu orang berunjuk rasa di wilayah pusat Praha dalam mendesak Perdana Menteri Andrej Babis untuk segera mundur dari jabatannya, Selasa 10 Desember 2019. PM Babis dinilai sudah tidak pantas lagi memimpin di tengah tudingan praktik korupsi yang dilayangkan kepada dirinya.
 
Tim kejaksaan telah membuka kasus yang sempat ditutup terkait PM Babis pekan lalu. Dalam kasus itu, PM Babis dituding telah melakukan manipulasi dalam menerima uang subsidi Uni Eropa pada 2007, empat tahun usai dirinya masuk ke dunia politik.
 
PM Babis membantah tuduhan tersebut dan menolak mengundurkan diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi protes terbaru di Praha berlangsung usai unjuk rasa menentang PM Babis terjadi pada Juni dan November lalu. Rangkaian demonstrasi tersebut merupakan yang terbesar di Republik Ceko sejak 1989.
 
Demonstrasi di Lapangan Wenceslas di Praha digerakkan oleh Million Moments for Democracy, sebuah gerakan protes yang diawali sekelompok mahasiswa. Tujuan dari gerakan ini adalah melengserkan PM Babis atas kegagalannya memberantas korupsi.
 
"Pria tidak tahu malu ini, yang merasa kebohongannya dapat diterima masyarakat, bukanlah seseorang yang seharusnya menjadi pemimpin," kata seorang pedemo, Josef Smycka, kepada kantor berita AFP.
 
Selain tuduhan penipuan, PM Babis juga menghadapi klaim terjadinya konflik kepentingan antara bisnis miliknya dan peran sebagai kepala negara. Audit dari Komisi Eropa mengindikasikan bahwa perusahaan PM Babis, Agrofert, harus mengembalikan dana subsidi EU.
 
"Pria dengan konflik kepentingan tidak bisa menjabat sebagai kepala negara. Ia memimpin negara ini dengan kekuasaan dan arogansi," sebut Zuzana Pelantova, seorang demonstran asal Praha selatan.
 
PM Babis adalah pemimpin dari koalisi minoritas, yang mengandalkan dukungan dari sejumlah anggota parlemen dari Partai Komunis Republik Ceko. Meski unjuk rasa bergulir di Praha, partai ANO yang dipimpinnya masih relatif stabil dengan dukungan publik di kisaran 30 persen.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif