Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib. Foto: Medcom.id/Kemenlu RI.
Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib. Foto: Medcom.id/Kemenlu RI.

Diplomat RI Jelaskan Kondisi Papua Sebenarnya ke PBB

Internasional pbb Kerusuhan Manokwari
Sonya Michaella • 05 September 2019 08:20
Jenewa: Komisioner HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTHAM PBB) Michelle Bachelet mengungkapkan kekhawatirannya terkait peristiwa yang terjadi di Papua. Keprihatinan ini ditulis di situs resmi KTHAM, kemarin.
 
Menanggapi hal ini, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib, mengungkapkan bahwa keprihatinan KTHAM ini tidak khusus ditujukan untuk Indonesia.
 
“Rujukan Indonesia (Papua) hanya satu kali disampaikan terkait dengan kecenderungan terjadinya protes massa yang terjadi di berbagai belahan dunia, seperti di Hong-Kong, Rusia, Honduras, Zimbabwe, India dan Indonesia (Papua),” kata Hasan dalam keterangan tertulis PTRI Jenewa, yang diterima Medcom.id, Kamis 5 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Hasan, saat KTHAM menggelar konferensi pers sebelumnya, tidak ada satu pertanyaan pun yang diajukan wartawan mengenai Indonesia, khususnya terkait situasi di Papua.
 
“Diplomat Indonesia di PTRI Jenewa telah melakukan serangkaian pertemuan dan komunikasi dengan pejabat kantor KTHAM. Pertemuan dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat terkait situasi di Papua mengingat terdapatnya berbagai distorsi pemberitaan yang tidak mencerminkan situasi sebenarnya dan latar belakang kejadian,” lanjut dia.
 
Memang KTHAM menyampaikan keprihatinan terhadap jatuhnya korban baik sipil maupun aparat keamanan, namun KTHAM juga menegaskan pihaknya menyambut baik himbauan Presiden RI Joko Widodo dan pejabat tinggi Indonesia lainnya untuk melawan rasisme dan diskriminasi, serta ajakan untuk berdialog dan pemulihan ketenangan.
 
“Ditegaskan pula bahwa baik Presiden Jokowi maupun jajaran pemerintah pusat dan daerah, termasuk elemen masyarakat di Indonesia sangat menyesalkan terjadinya insiden rasisme di Malang dan Surabaya yang telah mencetuskan protes massa di Papua,” ujar Hasan.
 
Selain itu, disampaikan bahwa aparat keamanan telah bertindak secara profesional dan menghindari penggunaan kekerasan dalam menghadapi massa. Pembatasan sementara akses internet juga untuk mencegah terjadinya kembali penyebaran hoaks dan disinformasi yang telah memperkeruh suasana dan merugikan rakyat.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif