Delegasi Korut tiba di bandara Arlanda di utara Stockholm,. Swedia, Kamis 3 Oktober 2019. (Foto: JONATHAN NACKSTRAND/AFP/GETTY)
Delegasi Korut tiba di bandara Arlanda di utara Stockholm,. Swedia, Kamis 3 Oktober 2019. (Foto: JONATHAN NACKSTRAND/AFP/GETTY)

AS dan Korut Lanjutkan Dialog Nuklir

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 05 Oktober 2019 19:09
Stockholm: Amerika Serikat dan Korea Utara melanjutkan negosiasi dalam mengakhiri program nuklir Pyongyang di Stockholm, Swedia, Sabtu 5 Oktober 2019. Negosiasi nuklir sempat terhenti meski Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un telah tiga kali bertemu.
 
Dilansir dari Bangkok Post, delegasi AS dipimpin Stephen Biegun, sementara Korut oleh Kim Myong-gil. Fokus pertemuan adalah mencari solusi dari perbedaan pandangan AS dan Korut mengenai langkah-langkah melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.
 
Pertemuan di Stockholm terjadi usai Korut melakukan salah satu aksi paling provokatifnya sejak memulai dialog dengan AS tahun lalu. Aksi tersebut adalah uji coba misil balistik pada Rabu kemarin, yang disebut-sebut ditembakkan dari sebuah kapal selam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pertemuan perdana di Singapura pada Juni tahun lalu, Kim berjanji akan berusaha bergerak menuju denuklirisasi "menyeluruh" di Semenanjung Korea. Saat itu, Trump juga berkomtimen akan menghadirkan jaminan keamanan kepada Pyongyang.
 
Konferensi Tingkat Tinggi kedua Trump dan Kim di Vietnam berakhir tanpa perjanjian apapun pada Februari lalu. Kim berkukuh AS harus terlebih dahulu mencabut sejumlah sanksi ekonomi sebelum denuklirisasi dapat dilakukan.
 
Trump dan Kim kemudian sepakat bahwa negosiasi nuklir akan kembali dilanjutkan saat keduanya bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada 30 Juni.
 
Sebelum bertolak ke Swedia, Kim Myong-gil mengatakan kepada awak media bahwa dirinya optimistis mengenai pertemuan di Stockholm. Ia menyebut pertemuan terbaru ini adalah "sinyal baru" dari AS.
 
Belum diketahui pasti apa sinyal baru yang dimaksud Kim Myong-gil. Namun sejumlah pihak menilai sinyal itu bisa berarti adalah AS bersedia membuat semacam konsesi demi mencapai denuklirisasi.
 
Ketidakpastian masih membayang-bayangi pertemuan di Stockholm. Belum lama ini, mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton meyakini Kim Jong-un "tidak akan pernah secara sukarela mengakhiri" program nuklirnya dalam situasi apapun.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif