Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membela kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa. Foto: AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membela kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa. Foto: AFP

Inggris Bela Kesepakatan Brexit Usai Peringatan Dagang Trump

Internasional boris johnson donald trump brexit
Arpan Rahman • 01 November 2019 20:04
London: Kantor Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membela kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan mustahil bagi kedua negara mencapai kesepakatan perdagangan di masa depan.
 
Presiden Trump, yang upaya pemakzulannya di AS telah bergerak lebih dekat sesudah pemungutan suara kunci di Kongres, menyinggung kampanye pemilihan Inggris pada Kamis untuk mengkritik persyaratan perpisahan usulan Johnson dengan blok Eropa.
 
"Kesepakatan ini, Anda tidak bisa melakukannya, Anda tidak bisa berdagang. Kami tidak bisa membuat kesepakatan dagang dengan Inggris," kata Trump, disitat dari AFP, Jumat 1 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi seorang juru bicara (kantor PM Inggris) Downing Street kemudian mengatakan kesepakatan itu akan memungkinkan Inggris untuk merancang "kesepakatan perdagangan bebas kita sendiri di seluruh dunia dari mana setiap bagian dari Inggris akan mendapat manfaat".
 
Komentar Trump muncul bertentangan dengan janjinya sebelumnya pada September bahwa ia bekerja sama dengan Johnson akan melakukan "kesepakatan perdagangan yang luar biasa" begitu Inggris meninggalkan Uni Eropa.
 
Presiden AS juga melancarkan serangan menyengat pada pemimpin oposisi utama Inggris, Jeremy Corbyn. Sembari mendesak Johnson untuk bersatu dengan garis keras euro, Nigel Farage, seorang tokoh kunci dalam referendum 2016 tentang keanggotaan Uni Eropa.
 
"Corbyn akan sangat buruk bagi negara Anda," kata Trump kepada Farage saat wawancara telepon yang disiarkan pada acara di stasiun radio Inggris LBC.
 
"Dia akan membawamu dengan cara yang buruk. Dia akan membawamu ke tempat-tempat yang begitu buruk. Saya ingin melihatmu dan Boris bersatu, kurasa itu akan menjadi hal yang hebat," tambah Trump.
 
Farage, yang Partai Brexit barunya berkampanye untuk Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, telah mendesak Johnson membentuk aliansi pemilihan tetapi sejauh ini telah ditolak.
 
Dia akan meluncurkan kampanye pemilihan partainya pada Jumat.


Trump coba mengganggu


Dalam beberapa menit dari wawancara yang ditayangkan, Corbyn membalas di Twitter bahwa "Trump sedang berusaha mengganggu pemilu Inggris untuk membuat rekannya Boris Johnson terpilih".
 
Johnson menyetujui persyaratan perpisahan baru dengan para pemimpin blok Uni Eropa awal bulan ini, menjelang jadwal keluarnya negara itu pada Kamis.
 
Tetapi dia tidak dapat mendorong rencana melalui parlemen dan malah memilih mengadakan pemilu pra-Natal. Seraya menyalahkan saingan Buruhnya atas keterlambatan Brexit terbaru dan berjanji untuk membawa negara itu keluar dengan batas waktu 31 Januari yang terbaru.
 
"Jika Anda memilih kami dan kami menyelesaikan program kami, yang kami akan lakukan. Kami bisa keluar, paling lambat Januari tahun depan," kata Johnson saat kampanye Kamis di sebuah rumah sakit.
 
Popularitas Pemimpin Konservatif itu naik dalam pemungutan suara 12 Desember yang ketiga di Inggris dalam empat tahun.
 
Tetapi dia mengambil risiko serangan balasan atas janjinya ‘keluar atau mati’ untuk menenggang Brexit pada 31 Oktober -- dan sekali lagi mengatur dirinya sendiri untuk potensi penurunan lain dengan berjanji memenuhi tenggat waktu berikutnya.
 
Juru kampanye dan eksekutif bisnis pro-Uni Eropa telah menghela nafas lega karena Inggris menghindari mimpi buruk Halloween Brexit yang bisa melihatnya jatuh dari Uni Eropa setelah 46 tahun tanpa rencana.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif