Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (kanan) dalam diskusi bersama FPCI di Jakarta, 7 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (kanan) dalam diskusi bersama FPCI di Jakarta, 7 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

Punya Nama Muslim Sulit Cari Kerja di Belanda

Internasional belanda
Marcheilla Ariesta • 07 Oktober 2019 20:10
Jakarta: Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta agar orang-orang tidak perlu mengkhawatirkan isu Islamofobia di Eropa. Menurutnya, ini bukan antiIslam, namun persoalan tingkat migrasi yang tinggi dan tak terkendali.
 
"Itu memang bagian dari globalisasi, dan kita harus beradaptasi dengan ini. Tetapi kemudian banyak dari migran itu datang ke negara Eropa, tidak memahami satu sama lain dan memiliki sistem nilai yang berbeda. Hal itu menimbulkan masalah," tutur Rutte dalam diskusi publik di Le Meridien, Jakarta, pada Senin, 7 Oktober 2019.
 
Dia menegaskan masalah yang lahir itu bukan karena rasialisme atau penolakan terhadap warga asing, melainkan karena migrasi yang terjadi terlalu cepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Faktanya, Uni Eropa sudah mencoba mengendalikan migrasi. Contohnya ketika lebih dari satu juta pengungsi Suriah datang ke Jerman. Kita harus memikirkan solusi untuk mengatasi permasalahan ini," imbuh Rutte.
 
Rutte menambahkan saat sejumlah orang datang ke suatu negara, negara itu pun butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Karenanya, menurut dia, Belanda dan negara-negara Eropa lain sedang berusaha melakukannya.
 
Rutte menjelaskan, hingga kini, setiap Kamis dia menyempatkan diri untuk mengajar mata pelajaran kewarganegaraan dan Bahasa Belanda selama dua jam. Dia bercerita mengenai pengalaman para muridnya yang mencoba melamar pekerjaan magang.
 
"Ada beberapa murid yang kesulitan mencari pekejaan hanya karena nama mereka Muhammad atau Fatimah, bukan Jan atau Mikel," ujar Rutte.
 
"Perusahaan seharusnya tidak memperkerjakan Anda karena nama depan Anda, mereka seharusnya menghargai keberagaman,” tuturnya.
 
Rutte menyatakan, dia dan pemerintahannya akan terus berupaya membantu mereka yang terdiskriminasi dengan membuat UU yang menentangnya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif