Warga dan prajurit Donetsk beramai-ramai menghadiri prosesi pemakaman pemimpin separatis Alexander Zakharchenko di Donetsk, 2 September 2018. (Foto: AFP)
Warga dan prajurit Donetsk beramai-ramai menghadiri prosesi pemakaman pemimpin separatis Alexander Zakharchenko di Donetsk, 2 September 2018. (Foto: AFP)

Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Presiden Separatis Ukraina

Internasional krisis ukraina
Willy Haryono • 02 September 2018 20:10
Donetsk: Puluhan ribu orang berkumpul di Ukraina timur untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada pemimpin separatis yang tewas dalam sebuah serangan bom pada Jumat kemarin.
 
Alexander Zakharchenko, 42, tewas dalam ledakan di sebuah kafe di Donetsk. Dia adalah tokoh paling senior yang tewas dalam konflik berkepanjangan di Ukraina timur.
 
Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Ukraina berada di balik pembunuhan Zakharchenko. Ukraina membantah terlibat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dilansir BBC, Minggu 2 September 2018, massa dalam jumlah besar mengantre untuk menyampaikan penghormatan kepada Zakharchenko, yang menobatkan diri sebagai presiden dari Republik Rakyat Donetsk (DNR). Sejauh ini, DNR belum mendapat pengakuan internasional sebagai sebuah negara.
 
Zakharchenko pernah dua kali terluka dalam peperangan. Ia juga pernah selamat dari sebuah serangan bom mobil pada Agustus 2014.
 
Baca:Presiden Republik Separatis Ukraina Tewas dalam Ledakan
 
Sabtu kemarin, Menlu Rusia Sergey Lavrov menyebut dialog internasional mengenai krisis di Ukraina timur tidak dapat lagi dilanjutkan setelah kematian Zakharchenko.
 
Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Presiden Separatis Ukraina
Alexander Zakharchenko. (Foto: AFP)
 
Dialog tersebut, yang melibatkan Rusia, Ukraina, Prancis dan Jerman, dikenal sebagai pertemuan Normandy.
 
Pertemuan digelar untuk mencapai solusi akhir mengenai konflik di Ukraina timur, yang dimulai saat separatis merebut banyak wilayah di negara tersebut dalam pemberontakan pada April 2014.
 
Sejak saat itu, ribuan orang tewas dalam pertempuran antara separatis melawan pasukan Ukraina.
 
Moskow membantah mengirim pasukan dan persenjataan berat secara berkala ke Ukraina timur. Namun pemerintah Rusia mengaku ada beberapa "relawan" dari negaranya yang membantu separatis di Ukraina.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif