Madrid: Tindakan keras terhadap perdagangan ilegal artefak budaya menyebabkan penyitaan lebih dari 41.000 item pada akhir 2017.
Europol mengatakan 81 negara dan beberapa organisasi penegakan hukum sudah ambil bagian dalam upaya menggeledah lukisan, koin, perabotan, patung, dan manuskrip.
Operasi tersebut, dengan dua kata sandi,--Athena dan Pandora II-- berlangsung dari Oktober sampai awal Desember 2017. Melibatkan Interpol, Organisasi Pabean Dunia(WCO), Guardia Spanyol, dan pejabat bea cukai setempat.
"Operasi tersebut berfokus pada perdagangan gelap objek budaya, pencurian, penjarahan serta penjualan internet," kata Europol, seperti dikutip UPI, Jumat 23 Februari 2018.
Petugas penegak hukum menangkap 53 orang dan membuka lebih dari 200 penyelidikan sebagai hasil operasi tersebut.
Di Spanyol sendiri, pihak berwenang menyita lebih dari 2.000 benda budaya, termasuk ukiran Kristus yang bernilai lebih dari USD7.300.
Europol mengungkapkan pihak berwenang menginvestigasi berbagai situs yang didedikasikan untuk penjualan dan pembelian barang-barang bernilai historis.
"Internet telah berubah, seperti di banyak bidang lain masyarakat kita, menjadi rantai tradisional perdagangan barang budaya yang ilegal," sebuah pernyataan dari organisasi tersebut mengatakan.
"Ini adalah tantangan baru bagi aparat penegak hukum, terutama untuk unit kejahatan barang budaya khusus. Kini para penjahat dapat menjangkau kolektor (di manapun di dunia) tanpa perantara, dan di luar jalur tradisional," pungkasnya.
Europol mengatakan 81 negara dan beberapa organisasi penegakan hukum sudah ambil bagian dalam upaya menggeledah lukisan, koin, perabotan, patung, dan manuskrip.
Operasi tersebut, dengan dua kata sandi,--Athena dan Pandora II-- berlangsung dari Oktober sampai awal Desember 2017. Melibatkan Interpol, Organisasi Pabean Dunia(WCO), Guardia Spanyol, dan pejabat bea cukai setempat.
"Operasi tersebut berfokus pada perdagangan gelap objek budaya, pencurian, penjarahan serta penjualan internet," kata Europol, seperti dikutip UPI, Jumat 23 Februari 2018.
Petugas penegak hukum menangkap 53 orang dan membuka lebih dari 200 penyelidikan sebagai hasil operasi tersebut.
Di Spanyol sendiri, pihak berwenang menyita lebih dari 2.000 benda budaya, termasuk ukiran Kristus yang bernilai lebih dari USD7.300.
Europol mengungkapkan pihak berwenang menginvestigasi berbagai situs yang didedikasikan untuk penjualan dan pembelian barang-barang bernilai historis.
"Internet telah berubah, seperti di banyak bidang lain masyarakat kita, menjadi rantai tradisional perdagangan barang budaya yang ilegal," sebuah pernyataan dari organisasi tersebut mengatakan.
"Ini adalah tantangan baru bagi aparat penegak hukum, terutama untuk unit kejahatan barang budaya khusus. Kini para penjahat dapat menjangkau kolektor (di manapun di dunia) tanpa perantara, dan di luar jalur tradisional," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News