John Goodenough menjadi pemenang hadiah Nobel tertua pada usia 97 tahun. Foto: AFP
John Goodenough menjadi pemenang hadiah Nobel tertua pada usia 97 tahun. Foto: AFP

Ilmuwan 97 Tahun Menjadi Pemenang Nobel Tertua

Internasional nobel
Arpan Rahman • 10 Oktober 2019 12:45
Stockholm: Tiga ilmuwan membawa pulang Hadiah Nobel untuk bidang Kimia, termasuk pemenang tertua.
 
Ketiganya, John B Goodenough, Stanley Whittingham, dan Akira Yoshino, berbagi hadiah sembilan juta krona atau Rp12,8 miliar. Goodenough menjadi pemenang hadiah Nobel tertua pada usia 97 tahun.
 
Ketiganya bekerja bersama dalam mengembangkan dan menyempurnakan baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang, memungkinkan era teknologi informasi global, revolusi mobile, dan bahan bakar fosil menjadi mungkin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baterai lithium ion telah merevolusi kehidupan kita sejak mereka pertama kali memasuki pasar pada 1991. Ini telah meletakkan dasar dari masyarakat nirkabel tanpa bahan bakar fosil, dan merupakan manfaat terbesar bagi umat manusia," kata Komite Nobel Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia.
 
Whittingham menjadi ilmuwan Inggris kedua yang memenangkan Hadiah Nobel tahun ini, mengembangkan baterai lithium yang berfungsi pertama pada awal 1970-an.
 
Potensi baterai digandakan oleh Goodenough, dengan Yoshino membuat baterai lebih aman untuk digunakan.
 
Yoshino berbicara di televisi Jepang setelah mendengar tentang kemenangannya. Mengatakan bahwa dia senang telah membantu mengembangkan bentuk daya yang lebih ramah lingkungan.
 
"Saya berharap ini akan menjadi dorongan bagi para peneliti muda," katanya, dilansir dari Sky News, Kamis 10 Oktober 2019.
 
Seorang anggota komite Nobel untuk kimia, Peter Somfai, menjelaskan mengapa jelas bahwa ketiganya harus memenangkan penghargaan.
 
"Ini adalah teknologi yang kita gunakan setiap hari. Kebanyakan orang memiliki ponsel, kendaraan listrik semakin populer. Jadi, cukup mudah mengapa ini merupakan penemuan yang penting," dalihnya.
 
Hadiah Nobel, untuk fisika dan kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, dan perdamaian, didirikan oleh Alfred Nobel, seorang industrialis Swedia dan penemu dinamit.
 
Pemenang hadiah terbaru akan menerima medali emas, uang tunai, dan diploma pada upacara pada 10 Desember, peringatan kematian Nobel pada 1896.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif