PM Inggris Boris Johnson usai pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa. Foto: AFP.
PM Inggris Boris Johnson usai pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa. Foto: AFP.

Batalkan Jumpa Pers, PM Inggris Diejek Pemimpin Eropa

Internasional boris johnson brexit Luksemburg
Arpan Rahman • 17 September 2019 12:59
Luksemburg: Boris Johnson merasa terhina dan klaimnya tentang kemajuan dalam negosiasi Brexit berantakan setelah kunjungan kacau ke Luksemburg. Lawatannya berakhir dengan Perdana Menteri Inggris diejek oleh sesama pemimpin Eropa karena membatalkan jumpa pers untuk menghindari pengunjuk rasa.
 
Johnson sebelumnya dicemooh dan diejek ketika meninggalkan makan siang dengan Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker. Kemudian dia membatalkan rencana untuk bicara bersama PM Luksemburg, Xavier Bettel, karena diteriaki kerumunan demonstran.
 
Pembatalan itu dilakukan Johnson yang bergegas melewati podium di halaman luar kantor PM Luksemburg di sela suara tak sedap oleh pengunjuk rasa beberapa meter jauhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemarahan dari warga Inggris yang tinggal di Luxemburg, dan kekecewaan para pemimpin Uni Eropa tumpah saat Johnson minggat dari pertemuan.
 
Bettel, yang membela hak mereka berdemonstrasi setelah keputusan Johnson untuk pergi, tidak berbasa-basi saat ia menyebut mimbar di sebelah yang kosong karena tidak hadirnya PM Inggris, dengan bendera Union Jack masih terpasang.
 
Dia mengejek berbagai saran dalam beberapa pekan terakhir dari Johnson bahwa ada kemajuan yang baik dalam pembicaraan Brexit dan bahwa Inggris akan sekuat pahlawan komik, Incredible Hulk, untuk meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan.
 
Bettel berkata: "Saya juga bertanya kepada PM Johnson: Saya membaca di koran beberapa hari lalu bahwa itu berubah dari 'kemajuan besar', ke Hulk, ke David Cameron yang mengusulkan Brexit (referendum) kedua. Dan Johnson mengatakan tidak akan ada referendum kedua, ketika saya bertanya kepadanya: bukankah itu akan menjadi solusi untuk keluar dari situasi ini?"
 
"Orang-orang perlu tahu apa yang akan terjadi pada mereka dalam waktu enam pekan. Mereka membutuhkan kepastian dan mereka membutuhkan stabilitas. Anda tidak dapat menyandera masa depan mereka untuk kepentingan politik partai," sambungnya.
 
“Jadi sekarang ini terserah pada Johnson,” tegas PM Bettel.
 
Diketahui, Downing Street (kantor PM Inggris) telah meminta agar konferensi pers yang dijadwalkan dengan Bettel supaya dipindahkan jauh dari kerumunan sekitar 75 pemrotes yang ribut. Tetapi pemerintah Luksemburg menolak permintaan itu.
 
Dari Kedutaan Besar Inggris, Johnson kemudian berkata kepada para wartawan bahwa pembicaraan Brexit berada dalam "saat yang sulit". Katanya, konferensi pers harus dibatalkan karena "jelas akan ada banyak suara dan suara kami akan tidak terdengar."
 
Protes di luar kantor Bettel diorganisir oleh David Pike, penyanyi bariton klasik dengan kebangsaan Kanada, Inggris, dan Luxemburg. Dia memimpin lantunan dan nyanyian yang berisik.
 
"Kami adalah orang Inggris dan sangat sering berkewarganegaraan ganda. Saya bukan pengunjuk rasa. Saya hanya melakukan protes," katanya.
 
"Orang-orang ini tidak protes, mereka profesional, orang-orang yang membosankan. Orang-orang yang peduli dengan bencana ini," cetusnya, disitat dari Guardian, Selasa 17 September 2019.
 
Seorang pejabat di pejabat pemerintah Luksemburg mengatakan bahwa mereka harus menolak permintaan Downing Street agar konferensi pers di dalam ruangan karena tidak ada ruang yang cukup besar bagi media: "Kami mencoba mengubahnya tetapi dengan pemberitahuan sesingkat itu kami harus bekerja dengan apa yang kita miliki -- itu bukan niat kita untuk mempermalukan Tuan Johnson," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif