Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly di hadapan peti mati tentara yang meninggal di Mali. Foto: AFP
Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly di hadapan peti mati tentara yang meninggal di Mali. Foto: AFP

Prancis Bantah Helikopter Jatuh oleh ISIS di Mali

Internasional isis prancis
Fajar Nugraha • 29 November 2019 17:10
Paris: Tabrakan antara dua helikopter tentara Prancis di Mali, sempat diklaim oleh kelompok militan Islamic State (ISIS). Namun militer Prancis membantah hal tersebut.
 
Imbas tabrakan dua helikopter tentara Prancis itu menewaskan 13 tentara di Mali.
 
ISIS di Afrika Barat (ISWAP) mengklaim bertanggung jawab atas kecelakaan Senin. Ini adalah satu-satunya kerugian terberat bagi tentara Prancis dalam hampir empat dekade.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini benar-benar salah," ujar Jenderal Francois Lecointre mengatakan kepada Radio France International, seperti dikutip AFP, Jumat, 29 November 2019.
 
"Yang benar adalah bahwa ada tabrakan selama operasi pertempuran yang sangat kompleks," katanya.
 
"Tentara Prancis mengatakan yang sebenarnya: kita berutang kepada tentara kita dan keluarga kolega kita yang sudah meninggal,” tegasnya.
 
ISWAP mengatakan anggotanya menyerang konvoi Prancis di dekat desa Indelimane, di daerah Menaka, dan menembaki salah satu helikopter yang datang untuk mendukung.
 
"Setelah terhuyung-huyung dalam penerbangan, itu kemudian bertabrakan dengan helikopter lain, menewaskan 13 Tentara Salib," kata pernyataan ISWAP yang dimuat di situs web kelompok intelijen SITE.
 
Jenderal Lacointre mengatakan tidak ada serangan oleh para jihadis bahwa tentara sedang mengejar di dekat perbatasan dengan Burkina Faso dan Niger.
 
"Tidak ada penarikan pesawat dalam menghadapi tembakan dari jihadis," tambahnya.
 
Lacointre mengatakan kotak hitam helikopter sedang dianalisis untuk rincian persis apa yang terjadi.
 
Kecelakaan itu menambah 41 jumlah tentara Prancis yang tewas di wilayah Sahel sejak Paris melakukan intervensi terhadap jihadis di Mali utara pada 2013.
 
Sejak itu, kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan ISIS, Al Qaeda dan lainnya telah maju ke Mali selatan serta negara tetangga Burkina Faso dan Niger.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif