Aktivis Greta Thunberg dalam konferensi pers di Stockholm, Swedia, 31 Januari 2020. (Foto: AFP/TT NEWS AGENCY/PONTUS LUNDAHL)
Aktivis Greta Thunberg dalam konferensi pers di Stockholm, Swedia, 31 Januari 2020. (Foto: AFP/TT NEWS AGENCY/PONTUS LUNDAHL)

Greta Thunberg Kembali Dinominasikan untuk Nobel Perdamaian

Internasional nobel Greta Thunberg
Arpan Rahman • 05 Februari 2020 16:01
Stockholm: Remaja aktivis lingkungan Greta Thunberg dinominasikan sebagai salah satu kandidat penerima Hadiah Nobel Perdamaian. Tahun kemarin, Thunberg juga dinominasikan untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut.
 
Dua politisi Swedia Jens Holm dan Hakan Svenelling telah menominasikan Thunberg untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2020. Tahun lalu, tiga politisi Norwegia telah melakukan hal tersebut.
 
Senin kemarin, Holm dan Svenelling mengatakan bahwa Thunberg "telah bekerja keras mendorong para politisi untuk membuka mata mereka terhadap krisis iklim."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aksi nyata untuk mengurangi emisi dan mengimplementasikan Perjanjian Paris juga dapat dikategorikan sebagai upaya menciptakan perdamaian," lanjut keduanya, disitat dari Evening Standard, Selasa 4 Februari 2020.
 
Thunberg berbicara kepada para tokoh besar di Forum Ekonomi Dunia (WEF) bulan lalu. Di sana, ia mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah menarik diri dari Perjanjian Paris pada 2017.
 
Ia mengecam Trump yang dinilai tidak berbuat apa-apa untuk menangani perubahan iklim.
 
Perjanjian Paris 2015 mendorong semua negara, baik kaya maupun miskin, untuk berkontribusi dalam mencegah naiknya temperatur global. Perjanjian tersebut mendorong negara-negara global untuk menyodorkan rencana nasional dalam mengurangi emisi karbon dan membatasi kenaikan temperatur global di bawah 2 derajat Celcius.
 
Menjadi ikon gerakan lingkungan, Thunberg telah menyerukan remaja seumurannya untuk ikut berunjuk rasa terkait perubahan iklim. Thunberg juga telah mendirikan gerakan bernama Friday for Future yang telah menginspirasi aksi-aksi serupa di kalangan pemuda.
 
Anggota parlemen nasional manapun dapat menominasikan seseorang untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Penghargaan tahun lalu diterima Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed, yang dinilai berhasil mengakhiri konflik berdarah negaranya dengan Eritrea yang telah berlangsung selama dua dekade.
 
Pada 2019, Thunberg merupakan satu dari empat orang yang meraih penghargaan Right Livelihood Award, atau dikenal juga dengan "Nobel Alternatif." Di tahun yang sama, Thunberg ditunjuk majalah Time sebagai "Person of the Year."
 
Komite Nobel Norwegia tidak berkomentar apapun mengenai nominasi kandidat. Untuk tahun ini, pendaftaran nominasi Nobel telah ditutup pada 1 Februari.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif