Piramida di Museum Louvre menjadi ikon berharga dari lanskap kota Paris, Prancis. (Foto: AFP).
Piramida di Museum Louvre menjadi ikon berharga dari lanskap kota Paris, Prancis. (Foto: AFP).

Paris Rayakan 30 Tahun Piramida Louvre

Internasional museum prancis
Arpan Rahman • 29 Maret 2019 08:05
Paris: Bangunan itu pernah dicerca sebagai ‘kecabulan’ arsitektural. Tetapi ketika piramida kaca Louvre tepat berusia 30 tahun, pada Jumat, justru telah menjadi ikon yang berharga di ibu kota Prancis.
 
Seorang penulis terkemuka menyerukan pemberontakan di jalan-jalan ketika menteri kebudayaan flamboyan Presiden Prancis Francois Mitterrand, Jack Lang pertama kali mengungkapkan rencana mendirikan bangunan tersebut. Sekarang piramida itu dianggap sebagai karya unggulan arsitek keturunan Tiongkok-Amerika I.M. Pei.
 
Meletakkan piramida modern di tengah istana Renaissance dianggap sebagai penistaan. Satu majalah satir menyebutnya sebagai makam dan bercanda bahwa Mitterrand -- yang menderita kanker -- "ingin menjadi firaun pertama dalam sejarah kita".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pei -- yang akan berusia 102 bulan depan -- mengingat "menerima banyak pandangan marah di jalanan". Hingga 90 persen warga Paris dikatakan menentang proyek tersebut pada awalnya. Namun akhirnya, bahkan kritikus keras seperti Pangeran Charles dari Inggris pun menyatakannya ‘luar biasa’.
 
Selama beberapa hari ke depan, JR, salah satu seniman jalanan paling terkenal di dunia, akan membuat kolase besar dengan bantuan 400 relawan buat merayakan ulang tahunn yang ke-30 dengan tajuk "Rahasia Piramida Agung".
 
Mitterrand yang dijuluki sphinx, yang memulai serangkaian proyek besar guna mengubah ibu kota Prancis, bertaruh sejak awal.
 
"Itu ide yang bagus, tetapi seperti semua ide bagus itu sulit dilakukan," pemimpin sosialis tua yang cerdik itu memperingatkan Lang, seperti dikutip dari laman AFP, Jumar, 29 Maret 2019.
 
Seluruh areal sayap Louvre kemudian ditempati oleh Kementerian Keuangan Prancis, yang memegang perbendaharaan negara, dan akan sulit untuk dipindahkan.
 
Museum yang luas, "Halaman Napoleon adalah tempat parkir yang mengerikan," kata Lang kepada AFP. "Museum itu cacat karena kurangnya sebuah pusat pintu masuk."
 
Ide cemerlang Pei menghubungkan tiga sayap museum yang paling banyak dikunjungi di dunia dengan galeri bawah tanah yang luas bermandikan cahaya dari kaca dan piramida baja.
 
Begitulah keberhasilannya, sehingga harian konservatif Prancis Le Figaro, yang telah memimpin kampanye menentang desain "ganjil" selama bertahun-tahun, merayakan kejeniusannya dengan halaman suplemen pada peringatan 10 tahun pembukaan piramida pada 1999.
 
Pei, yang besar di Hong Kong dan Shanghai, bukanlah pilihan yang dikenal untuk pekerjaan itu, karena tidak pernah bekerja di sebuah bangunan bersejarah sebelumnya.
 
Tetapi Mitterrand sangat terkesan dengan ekstensi modernisnya pada Galeri Seni Nasional di Washington DC hingga dia bersikeras bahwa Pei adalah orang yang tepat untuk Louvre.
 
Menginjak usia pertengahan 60-an ketika proyek dimulai, tidak ada yang disiapkan Pei untuk penentangan bahwa rencananya akan diterima. Dia membutuhkan semua kebijakan dari serangkaian pertemuan dengan para pejabat perencanaan dan kalangan sejarawan.
 
Suatu pertemuan dengan komisi monumen bersejarah Prancis pada Januari 1984 berakhir dengan kegemparan, di mana Pei bahkan tidak dapat mempresentasikan ide-idenya. Pei yang memenangkan Hadiah Pritzker, "Nobel versi arsitektur" pada 1983, berhasil meredakan kegemparan.
 
Lang berkata kepada AFP bahwa dia masih "terkejut oleh kekerasan oposisi" terhadap ide-ide Pei. "Piramida berada tepat di tengah monumen pusat sejarah Perancis (Louvre adalah bekas istana raja-raja negara itu.)," urainya.
 
Direktur Louvre saat itu, Andre Chabaud, mengundurkan diri pada 1983 sebagai protes atas "risiko arsitektur" yang diajukan oleh visi Pei. Namun petahana saat ini, tidak meragukan lagi bahwa piramida membantu perubahan museum.
 
Jean-Luc Martinez makin yakin setelah bekerja dengan Pei dalam beberapa tahun terakhir untuk menyesuaikan rencananya guna mengatasi popularitas museum yang semakin meningkat.
 
Desain asli Pei adalah untuk dua juta pengunjung per tahun. Tahun lalu, Louvre menyambut lebih dari 10 juta. "Louvre adalah satu-satunya museum di dunia yang pintu masuknya adalah karya seni," tegas Martinez.
 
Piramida itu "simbol modern dari museum", katanya, "sebuah ikon di tingkat yang sama" dengan karya seni paling terkenal Louvre seperti "Mona Lisa" atau "Venus de Milo".
 
Bukan hanya Pei yang pernah dicerca karena mengubah lanskap Paris yang indah. Pada 1887, sekelompok intelektual termasuk Emile Zola dan Guy de Maupassant menerbitkan surat di harian Le Temps untuk memprotes pembangunan "Menara Eiffel yang tidak berguna dan mengerikan", yang diejek: "Sebuah tiang najis lapisan logam dengan baut belaka."
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif