Sejumlah imigran diselamatkan penjaga pantai Spanyol di lepas pantai Lampedusa, Italia, 20 Agustus 2019. (Foto: AFP/STR/LOCALTEAM)
Sejumlah imigran diselamatkan penjaga pantai Spanyol di lepas pantai Lampedusa, Italia, 20 Agustus 2019. (Foto: AFP/STR/LOCALTEAM)

13 Imigran Perempuan Ditemukan Tewas di Mediterania

Internasional imigran gelap uni eropa italia
Arpan Rahman • 08 Oktober 2019 11:39
Lampedusa: Sedikitnya 13 perempuan, beberapa dalam kondisi hamil, ditemukan tewas setelah perahu mereka tenggelam di perairan Mediterania. Insiden terjadi beberapa saat sebelum mereka semua hendak diselamatkan penjaga pantai.
 
Otoritas Italia mengatakan, sekitar 12 orang lainnya yang juga berada di kapal tersebut masih dinyatakan hilang. Dikutip dari BBC, Senin 7 Oktober 2019, kapal tersebut tenggelam di tengah cuaca buruk dekat pulau Lampedusa, Italia.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari 1.000 orang tewas di Mediterania sepanjang tahun ini dalam perjalanan menuju Eropa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penjaga pantai Italia telah meluncurkan sebuah operasi penyelamatan di lepas pantai Lampedusa sejak Minggu malam. Mereka bergerak setelah mendapat laporan mengenai adanya kapal terancam tenggelam di lokasi yang berjarak sekitar 11 kilometer dari Lampedusa.
 
Namun saat petugas tiba di lokasi, kapal yang dipadati imigran itu sudah tenggelam. Menurut laporan media Italia, kapal imigran tersebut bertolak dari pesisir Tunisia dengan membawa sekitar 50 orang.
 
Petugas berhasil menyelamatkan 22 imigran yang terombang-ambing di laut, dan juga menemukan 13 jasad perempuan di sekitar lokasi. Korban selamat menyebut masih ada sekitar 12 orang hilang, termasuk delapan anak-anak.
 
Media Ansa melaporkan, seorang jaksa Italia telah tiba di Lampedusa untuk membuka investigasi mengenai tenggelamnya kapal tersebut.
 
Ribuan imigran berusaha menyeberangi Mediterania menuju Eropa pada setiap tahunnya. Mereka biasanya menaiki kapal tak laik pakai dalam kondisi kelebihan muatan, yang pada akhirnya berujung kematian.
 
Bulan lalu, Prancis dan Italia menyerukan diberlakukannya sebuah sistem baru untuk mendistribusikan ulang para imigran secara otomatis ke sejumlah negara anggota Uni Eropa. Sistem dirasa perlu karena jumlah imigran yang memasuki Eropa via Italia dan Yunani terus bertambah.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif