Di bawah kekuasaan Stalin, konsep "sosialisme dalam satu negara" menjadi prinsip dasar di tengah masyarakat Soviet. Ia menggantikan Kebijakan Ekonomi Baru yang dikenalkan Lenin pada era 20-an dengan perekonomian terpusat. Kebijakan ini mengubah Uni Soviet dari masyarakat agraris menjadi sebuah kekuatan industri berskala besar.
Pada Agustus 1939, Stalin bekerja sama dengan Nazi Jerman dan membagi pengaruh serta kekuasaan mereka di Eropa Timur. Kedua kubu sempat bersama-sama menginvasi Polandia tahun ini. Jerman kemudian melanggar perjanjian dan menyerang Uni Soviet pada 1941.
Stalin bertahan, dan memimpin Uni Soviet melalui fase rekonstruksi pascaperang. Ketegangan dengan dunia Barat pun perlahan meningkat, yang berujung pada pecahnya Perang Dingin. Selama masa Perang Dingin, Uni Soviet menjadi negara kedua di dunia yang mampu mengembangkan senjata nuklir.
Kesehatan Stalin menurun drastis mendekati penghujung Perang Dunia II. Dia menderita atherosclerosis dari kebiasaan merokoknya. Dia sempat menderita stroke ringan dan serangan jantung di tahun 1945.
Pada 5 Maret 1953, kondisi Stalin kian memburuk dan pada akhirnya meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News