Warga Korut saksikan peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17./AFP
Warga Korut saksikan peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17./AFP

Rudal Antarbenua Terbaru Korut Disebut Mampu Capai Pantai Timur AS

Marcheilla Ariesta • 25 Maret 2022 22:02
Washington: Korea Utara (Korut) menembakkan rudal monster barunya, rudal balistik antarbenua yang paling kuat hingga saat ini. Rudal ini disebut mampu mencapai Pantai Timur Amerika Serikat (AS).
 
Peluncuran itu mendapat kecaman keras dari Gedung Putih. Mereka menyebutnya sebagai 'pelanggaran paling berani' terhadap beberapa resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.
 
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara dengan rekan-rekannya dari Jepang dan Korea Selatan. Ia setuju untuk mengoordinasikan tanggapan, termasuk kemungkinan sanksi baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Duta Besar AS, Jepang dan Korea Selatan untuk PBB bertemu setelah peluncuran dan menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi situasi yang meningkat.
 
"Kami mendesak semua negara untuk meminta pertanggungjawaban DPRK (nama resmi Korut) atas pelanggaran semacam itu dan meminta DPRK untuk datang ke meja perundingan serius," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dilansir dari Washington Post, Jumat, 25 Maret 2022.
 
"Pintu diplomasi belum ditutup, tetapi Pyongyang harus segera menghentikan tindakan destabilisasinya," lanjut dia.
 
Baca juga: Kim Jong-un Nilai Peluncuran Rudal Balistik Terbaru Sebagai Kemenangan Ajaib
 
Selama berminggu-minggu, para pejabat telah memperingatkan bahwa Korea Utara dapat menguji Hwasong-17 barunya. Rudal ini diungkapkan Korut pada parade militer Partai Buruh Korea 2020 lalu.
 
Korea Utara mengatakan telah menguji coba rudal tersebut menurut rilis pemerintah pada Jumat pagi waktu setempat. Alasannya, karena kekhawatiran akan ketegangan militer yang meningkat setiap hari di semenanjung Korea dan konfrontasi yang tak terhindarkan dengan imperialisme AS disertai dengan ancaman nuklir.
 
Seperti pada peluncuran ICBM 2017, rudal itu naik dengan lintasan yang sangat curam yang masih menunjukkan bahwa ia dapat mencapai Amerika Serikat. Bahkan, kali ini terbang lebih tinggi dan jauh lagi.
 
Menurut perkiraan Jepang dan Korea Selatan, rudal mencapai ketinggian 6.247 kilometer dan terbang selama 71 menit. Angka tersebut 17 menit lebih lama dibanding tes Hwasong-15 pada 2017.
 
Jika rudal diluncurkan pada lintasan normal, itu akan mencapai Pantai Timur Amerika Serikat, lapor media Jepang. 
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif