Jakarta: Pakar hukum Internasional Hikmahanto Juwana menyebut Presiden Vladimir Putin seperti bermain catur. Pasalnya, Putin menganalisa negara bagian mana yang ingin berpisah dari Ukraina, terlihat dari masyarakat yang pro terhadap Rusia.
"Mungkin dalam benak Putin adalah, bagaimana Ukraina ini di balkanisasi. Jadi dipecah belah dan akan mudah untuk mempengaruhi pemerintah yang ada untuk pro terhadap Rusia dan mungkin Rusia akan mengeklaim Ukraina," kata Hikmahanto dalam tayangan Metro Siang di Metro TV, Rabu, 23 Februari 2022.
Putin paham jika ia mengakui kedua bagian dari negara Ukraina, Donetsk dan Luhansk, maka negara barat dan Ukraina tidak suka. Akibatnya Ukraina akan melakukan agresi militer. Hal ini merupakan motif Putin melakukan mobilisasi terhadap angkatan perang.
Baca: Putin Akui Dua Wilayah Separatis Ukraina sebagai Negara Merdeka
Inilah yang memunculkan dua persepsi yang berlawanan. Putin memobilisasi pasukan untuk perdamaian, sedangkan Ukraina menganggap apa yang dilakukan Rusia bentuk dukungan terhadap dua wilayah yang menyatakan merdeka.
"Dan ketika Ukraina akan menyerang dua wilayah ini maka pasukan Rusia siap sedia," tutur Hikmahanto
Ukraina akan didukung negara-negara barat, terutama mereka yang tergabung dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO). Hal ini yang dikhawatirkan Putin. Putin bersikeras mengatakan bahwa Ukraina tidak boleh menjadi anggota NATO.
"Karena dalam konsep negara NATO, serangan terhadap satu negara NATO merupakan serangan terhadap yang lainnya dan tentu mereka akan melakukan mobilisasi untuk menghadapi serangan Rusia," tutup Hikmahanto (Fauzi Pratama Ramadhan)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan