Direktur CIA William J.Burns. Foto: AFP
Direktur CIA William J.Burns. Foto: AFP

Direktur CIA Khawatir Potensi Putus Asa Putin, Bisa Gunakan Senjata Nuklir

Internasional ukraina vladimir putin rusia cia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 15 April 2022 12:02
Washington: Direktur CIA William J.Burns mengatakan bahwa ‘potensi putus asa’ Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meraih kemenangan dalam invasi ke Ukraina, membuatnya menggunakan senjata nuklir taktis. Burns secara terbuka membahas untuk pertama kalinya kekhawatiran yang telah menyebar melalui Gedung Putih selama tujuh minggu konflik.
 
Direktur Burns menjabat sebagai Duta Besar Amerika untuk Rusia dan merupakan anggota pemerintahan Presiden Joe Biden yang paling sering berurusan dengan Putin. Dia mengatakan potensi ledakan senjata nuklir terbatas -,bahkan sebagai tembakan peringatan,- adalah kemungkinan bahwa Amerika Serikat tetap ‘sangat khawatir’.
 
Tetapi Burns dengan cepat memperingatkan bahwa sejauh ini, meskipun Putin sering menyerukan ancaman nuklir, dia tidak melihat ‘bukti praktis’ dari jenis pengerahan militer atau pergerakan senjata yang akan menunjukkan bahwa perkembangan semacam itu sudah dekat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mengingat potensi keputusasaan Presiden Putin dan kepemimpinan Rusia, mengingat kemunduran yang mereka hadapi sejauh ini, secara militer, tidak ada dari kita yang dapat menganggap enteng ancaman yang ditimbulkan oleh potensi penggunaan senjata nuklir taktis atau senjata nuklir hasil rendah,” kata Burns, seperti dikutip The New York Times, Jumat 15 April 2022.
 
"Kami tidak akan anggap enteng,” tegasnya.
 
Komentar Burns muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan dari pensiunan Senator Sam Nunn, Georgia, setelah pidato Burns disampaikan di Institut Teknologi Georgia di Atlanta.
 
Baik Presiden Biden maupun penasihat keamanan nasionalnya, Jake Sullivan, telah mengakui bahwa Gedung Putih telah memperdebatkan pengiriman pejabat tingkat tinggi ke Kiev, ibu kota Ukraina, untuk menunjukkan dukungan kepada pemerintah Presiden Volodymyr Zelensky. Perdana Menteri Boris Johnson dari Inggris baru-baru ini melakukan perjalanan rahasia ke ibu kota dengan kereta api.
 
Sullivan mengatakan bahwa Gedung Putih telah secara singkat mempertimbangkan agar Biden pergi ke Ukraina, tetapi segera setelah menjadi jelas “Jejak seperti apa yang diperlukan, aset seperti apa yang akan diambil dari Ukraina serta AS.”
 
Untuk menjaga presiden tetap aman, gagasan itu ditolak.
 
Ketika ditekan tentang laporan bahwa Sullivan, Menteri Luar Negeri Antony J. Blinken atau Menteri Pertahanan Lloyd Austin mungkin pergi ke Kiev, Sullivan menolak untuk membahasnya. Biden mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada keputusan yang dibuat untuk mengirim utusan.
 
Sullivan juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang Amerika Serikat akan mengumumkan tindakan keras terhadap negara dan perusahaan yang melanggar sanksi Barat yang dikenakan pada Moskow sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada akhir Februari.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif