FBI geruduk resor mewah Donald Trump di Florida./AFP
FBI geruduk resor mewah Donald Trump di Florida./AFP

FBI Grebek Resor Mewah Eks Presiden AS Donald Trump di Florida

Marcheilla Ariesta • 09 Agustus 2022 10:54
Florida: Biro Investigasi Federal (FBI) menggerebek rumah mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berada di Florida. Trump membenarkan penggerebekan ini.
 
"Ini adalah masa-masa kelam bagi bangsa kita, karena rumah saya yang indah, Mar-A-Lago di Palm Beach, Florida, saat ini dikepung, digerebek dan diduduki oleh sekelompok besa agen FBI," kata Trump dalam pernyataannya di Truth Social, dilansir dari AFP, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Trump menyebut langkah itu sebagai pelanggaran penuntutan dan upaya Demokrat menggagalkan kemungkinan dirinya di pencalonan presiden 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Kehakiman sedang menyelidiki tindakan Trump sehubungan dengan serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS. Saat itu, Trump berupaya membatalkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan 2020.
 
Pada Mei lalu, dewan juri federal juga mulai menyelidiki apakah Trump salah menangani dokumen rahasia, termasuk membawa 15 kotak materi yang dibawa dari Gedung Putih ke resornya di Florida. Mantan Jaksa AS dan analis hukum NBC, Barb McQuade termasuk di antara mereka yang mencatat bahwa FBI akan membutuhkan hakim untuk menyetujui kemungkinan bukti kejahatan ada di lokasi yang dicurigai.
 
Baca juga: Trump Klaim Biden Bukan Terinfeksi Covid-19 Tapi Demensia
 
Sementara itu, The New York Times melaporkan, penyelidikan tersebut tampaknya berpusat pada materi yang dibawa dari Gedung Putih ke Mar-a-Lago setelah ia meninggalkan kantor. "Awal tahun ini, beberapa catatan yang sangat sensitif sehingga mungkin tidak dapat dijelaskan dalam laporan inventaris yang akan datang," lapor Washington Post.
 
Mengenai surat perintah penggeledahan FBI yang dieksekusi Senin di Mar-a-Lago, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan. "Kami tidak memiliki pemberitahuan tentang tindakan yang dilaporkan dan akan merujuk Anda ke Kementerian Kehakiman untuk informasi tambahan," kata Gedung Putih.
 
Mengenai penggerebekan ini pertama kali diberita Florida Politics. Mereka mengatakan, FBI telah mengeksekusi surat perintah penggeledahan dan meninggalkan tempat itu.
 
Trump mengatakan, ia menyesal mengizinkan lawannya pada pemilihan presiden 2016, Hillary Clinton, menghapus dan mencuci tangan atas 33 ribu email setelah dipanggil oleh Kongres. Kala itu, penyelidikan FBI terhadap penanganan email Clinton merekomendasikan agar mantan menlu itu tidak didakwa dengan kejahatan.
 
Penyelidikan internal Kementerian Luar Negeri juga membebaskannya dari kesalahannya. "Saya akan terus berjuang untuk Rakyat Amerika yang Hebat!" pungkasnya.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif