Koordinator Gedung Putih untuk Indo-Pasifik Kurt Campbell. (KAZUHIRO NOGI / AFP)
Koordinator Gedung Putih untuk Indo-Pasifik Kurt Campbell. (KAZUHIRO NOGI / AFP)

AS Sebut Tiongkok 'Bereaksi Berlebihan' Terkait Kunjungan Pelosi ke Taiwan

Willy Haryono • 13 Agustus 2022 12:18
Washington: Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih bersitegang terkait kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi ke Taiwan pekan kemarin. Tiongkok marah besar atas kunjungan itu, karena menganggap Taiwan merupakan bagian dari Negeri Tirai Bambu dan bukan merupakan entitas independen.
 
Tiongkok pun melakukan latihan militer besar-besaran dekat Taiwan dalam merespons kunjungan Pelosi. Menurut AS, apa yang diperlihatkan Tiongkok merupakan suatu reaksi yang "berlebihan."
 
"Pekan kemarin, PRC menggunakan kunjungan (Pelosi) sebagai alasan untuk meluncurkan kampanye tekanan kuat terhadap Taiwan," ucap Koordinator Gedung Putih untuk Indo-Pasifik Kurt Campbell, merujuk pada akronim dari nama resmi Republik Rakyat Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tiongkok bereaksi berlebihan, dan langkah-langkahnya terus bersifat provokatif serta menggoyang stabilitas," sambungnya, dikutip dari The Epoch Times, Sabtu, 13 Agustus 2022.
 
AS secara resmi mengakui kebijakan "Satu Tiongkok," namun tidak mendukungnya. Meski tidak secara resmi menjalin hubungan bilateral dengan Taiwan, AS terkat perjanjian dengan pulau tersebut untuk memberikan persenjataan yang diperlukan untuk membela diri.
 
Baca:  Taiwan Tolak Wacana ‘Satu Negara, Dua Sistem' dari Tiongkok
 
Campbell mengatakan Pemerintah Tiongkok berusaha mengubah status quo terkait Taiwan secara sepihak, yang disebutnya sebagai bentuk pelanggaran atas kesepakatan AS-Tiongkok yang sudah disepakati lebih dari 60 tahun lalu.
 
Setelah terjadinya kunjungan Pelosi ke Taiwan, Tiongkok memutus komunikasi militer dengan AS. Beijing juga menangguhkan dialog berbagai isu dengan AS, termasuk di bidang perubahan iklim.
 
"Aksi Tiongkok secara fundamental selalu bertentangan dengan perdamaian dan stabilitas. Bahkan hingga hari ini pun, beberapa kapal perangnya masih ada di sekitar Taiwan," sebut Campbell.
 
Ia menekankan kembali ambisi AS untuk menjaga perdamaian di Selat Taiwan dan Indo-Pasifik. Komentarnya menguatkan pernyataan Gedung Putih sebelumnya bahwa militer AS akan terus melakukan operasi kebebasan bernavigasi di tengah agresi Tiongkok.
 
"Kami akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun sesuai aturan internasional," tegas Campbell.
 
Sementara itu, Campbell juga mengonfirmasi bahwa Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berpeluang bertemu secara tatap muka tahun ini. Namun ia mengatakan bahwa hingga kini masih belum "ada detail" mengenai waktu dan tempatnya.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif