Salah satu sudut Nottingham City Centre yang sepi dari warga akibat lockdown. Foto: Lusi Maghriefie
Salah satu sudut Nottingham City Centre yang sepi dari warga akibat lockdown. Foto: Lusi Maghriefie

WNI Bertahan di Tengah Lockdown Diterapkan Nottingham

Internasional Virus Korona inggris Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 09 November 2020 21:13
Nottingham: Pemerintah Inggris menerapkan lockdown mencegah gelombang kedua virus korona sejak awal bulan hingga 2 Desember mendatang. Nottingham muncul sebagai wilayah mencatat paling parah dalam kasus covid-19.
 
Berdasarkan data terakhir, Nottingham mencatat infeksi tertinggi covid-19 di Inggris. Public Health England menunjukkan bahwa  689.1 per 100,000 orang dites terinfeksi virus korona sejak pekan lalu.
 
Warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berdomisili di Nottingham, memperlihatkan kondisi lockdown di Nottingham saat ini. Beberapa toko memang tutup tetapi masih ada yang beroperasi, terutama penjual kebutuhan esensial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


WNI Bertahan di Tengah Lockdown Diterapkan Nottingham
Old Square Market di Nottingham. Foto: Lusi Maghriefie
 
Area seperti Notttingham City Centre, Old Square Market tampak lengang. Warga masih ada yang lalu lalang, tetapi secara keseluruhan sepi.
 
“Sejak beberapa bulan belakangan kita track and trace. Ada aplikasi NHS (National Health Service). Jadi misal ke restoran ada yang kena, bisa diinformasikan langsung,” ujar Lusi Maghriefie, seorang WNI yang saat ini bermukim di Nottingham, ketika berbicara dengan Medcom.id, Minggu 8 November 2020.
 
Lusi menjelaskan pada awalnya Nottingham berlakukan lockdown tier 2 pada 28 Oktober. Tier 2 berarti tidak boleh mengunjungi rumah warga lain, aturan enam orang berkumpul di luar diberlakukan dan pub serta restoran tutup pada pukul 10.00 malam.
 
Namun setelah adanya bocoran laporan penelitian bahwa keadaan semakin memburuk, lockdown penuh pun diberlakukan. Nottingham pun menerapkan lockdown tier 3 di mana aturannya jauh lebih ketat.
 
“Saya bingung nih sama suami. Gak mau keluar-keluar, biarpun sebenarnya pengen jalan. Kita tahan aja,” ucap Lusi.
 
“Akhirnya lockdown dilakukan selama sebulan. Tapi untuk lockdown saat ini esensial. Meskipun sekolah dan kampus tetap buka. Cuma di sini diterapin buble group (anak-anak bermain dalam kelompok yang sama dalam jumlah tertentu). Anak-anak main juga dibatasi,” imbuh ibu dua anak itu.
 
WNI Bertahan di Tengah Lockdown Diterapkan Nottingham
Salah satu restoran yang tutup di Nottingham. Foto: Lusi Maghriefie.
 
Untuk kebutuhan sehari-sehari masih bisa dilayani. Sementara restoran ada yang tutup  dan adapula yang tidak beroperasi. Sedangkan toko obat juga masih buka.
 
BBC pada 8 November melaporkan, politikus setempat mengkritik keterlambatan menerapkan lockdown. Sementara pimpinan Balai Kota Nottingham David Mellen mengatakan, “kurangnya tindakan pemerintah di Nottingham sangat disayangkan dan penerapan aturan ketat dibutuhkan segera”.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif