Pesawat Austrian Airlines batal terbang ke Rusia. Foto: AFP.
Pesawat Austrian Airlines batal terbang ke Rusia. Foto: AFP.

Bela Belarusia, Rusia Larang Pesawat Eropa Masuk Negaranya

Marcheilla Ariesta • 28 Mei 2021 18:27
Moskow: Rusia membalas tindakan Uni Eropa yang melarang maskapai penerbangan Belarusia memasuki wilayah udara mereka. Kini, Rusia menolak memberi izin kepada pesawat milik Eropa terbang ke Moskow.
 
Tindakan Rusia sudah dilakukan terhadap pesawat Austrian Airlines. Otoritas penerbangan Rusia memaksa pesawat tersebut membatalkan penerbangannya dari Wina ke Moskow.
 
Air France juga akhirnya membatalkan penerbangan Paris-Moskow untuk hari kedua setelah izin mendarat di Rusia pada Rabu lalu ditolak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pemimpin Uni Eropa meminta operator Eropa untuk menghindari wilayah Belarusia minggu ini setelah pesawat Ryanair terpaksa dialihkan dan mendarat di Minsk pada  akhir pekan lalu.
 
Pada Minggu, 23 Mei lalu, Angkatan udara Belarusia mengerahkan jet tempur mencegat pesawat Ryanair yang terbang di wilayah udaranya dalam penerbangan dari Athena(Yunani) menuju Vilnius (Lithuania), dan menggiringnya ke bandar udara di Minsk. 
 
Baca juga: Paksa Pendaratan Pesawat, AS akan Jatuhkan Sanksi ke Belarusia
 
Aparat keamanan Belarus lalu menangkap Roman Protasevich yang berada dalam pesawat, jurnalis muda asal Belarus dan pengeritik keras pemerintahan Alexander Lukashenko.
 
Rusia membantah terlibat dalam aksi pencegatan pesawat komersial oleh sekutunya itu. Namun, menurut Moskow, tindakan Belarusia sangat masuk akal.
 
"Ada sentimen anti-Rusia yang kuat sehingga adanya tuduhan bahwa kami terlibat dalam hal tersebut," kata juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, dilansir dari Sputnik, Jumat, 28 Mei 2021.
 
Namun, Rusia mengkonfirmasi bahwa Roman Protasevich ditahan oleh Belarus karena dicurigai melakukan kejahatan pada saat aksi protes di negara itu tahun lalu. Juru bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan, dia berharap warga Rusia Sofia Sapega, 26 tahun, yang ditahan bersama dengan Roman Protasevich bisa segera dibebaskan.
 
Pendaratan darurat itu mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat. Presiden AS Joe Biden mengatakan, sanksi terhadap Belarusia sedang diatur. 
 
"Itu (sanksi) sedang dimainkan. Saya tidak ingin berspekulasi sampai kami menyelesaikannya," kata Biden.
 
AS melalui Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyampaikan kecaman mereka. Mereka menilai langkah itu membahayakan nyawa para penumpang pesawat.
 
AS, Uni Eropa dan NATO menyerukan penyelidikan internasional mengenai insiden ini. "Kami menuntut penyelidikan internasional dan berkoordinasi dengan mitra kami untuk langkah selanjutnya. Amerika Serikat mendukung rakyat Belarusia," ucap Blinken.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif