Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Swiss Akan Sidangkan Pelaku Teror yang Akui Terkait ISIS

Medcom • 26 Agustus 2022 08:17
Lugano: Dalam kasus ‘terorisme’ yang langkah terjadi di Swiss, seorang wanita akan menjalani persidangannya minggu depan. Dia dituduh melakukan penyerangan brutal dengan menggunakan pisau terhadap dua orang pembeli di sebuah pusat perbelanjaan kelas atas.
 
Wanita, yang tidak dapat diungkapkan identitasnya, diduga telah menggorok leher dua orang wanita yang tengah berbelanja di toko Manor di Lugano – yang terletak di bagian selatan Swiss, wilayah Ticino yang berbicara dengan bahasa Italia pada 24 November 2020.
 
“Terdakwa yang saat itu masih berusia 28 tahun, diduga melakukan penyerangan bersenjata dan telah berniat untuk membunuh korbannya dan melakukan aksi terorisme atas nama Islamic State (ISIS),” ujar Kantor Kejaksaan Agung pada awal tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika pengadilannya diadakan di Pengadilan Federal Kriminal di Bellinzona, dekat Lugano pada Senin, ia akan menghadapi berbagai tuduhan atas pembunuhan berencana dan melanggar undang-undang terhadap asosiasi Al-Qaeda, ISIS, dan organisasi terkait.
 
Pada hari penyerangan, wanita tersebut dituduh menyelundup ke dalam divisi pasokan dapur Manor yang terletak di lantai 5, mengambil pisau roti yang besar, dan secara acak mendekati wanita yang berdiri di dekatnya.
 
“Dengan meraihnya dari belakang, pembunuh tersebut menancapkan pisau setidaknya 10 centimeter ke lehernya dan korban kehilangan arteri karitoris utamanya beberapa milimeter,” menurut dakwaan tersebut, seperti dikutip AFP, Jumat 26 Agustus 2022.
 
Dia menghujam korban ke tanah, lalu berpindah ke wanita kedua, menancapkan pisaunya ke arah muka korban dan berteriak “Saya disini untuk mewakili ISIS”.
 
Wanita kedua menderita luka defensif di bagian kanan tangannya, tetapi berhasil mendapatkan bantuan dari orang-orang sekitar untuk mengalahkan penyerangnya dan menahan pelaku hingga pihak kepolisian tiba.
 
“Pelaku bertindak dengan sengaja dan juga dengan kekejaman,” ujar kejaksaan, mempertahankan dakwaannya bahwa pelaku telah bertindak “memiliki tujuan membunuh (korbannya) dan dengan demikian menyebarkan teror ke seluruh penduduk dengan mengatasnamakan ISIS”. (Gracia Anggellica)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif