Vaksin covid-19 buatan Johnson & Johnson. (AFP)
Vaksin covid-19 buatan Johnson & Johnson. (AFP)

Johnson & Johnson Yakin Vaksin Booster Mereka 94 Persen Efektif

Marcheilla Ariesta • 22 September 2021 06:13
Chicago: Produsen vaksin Johnson & Johnson (J&J) mengatakan suntikan kedua vaksin Covid-19 yang mereka buat membantu meningkatkan efektivitasnya. Johnson & Johnson adalah perusahaan yang membuat vaksin Covid-19 satu dosis, sehingga dosis kedua disebutnya sebagai booster atau penguat.
 
"Perusahaan kami menghasilkan bukti bahwa suntikan booster lebih meningkatkan perlindungan terhadap Covid-19," kata kepala petugas ilmiah Johnson & Johnson, Dr Paul Stoffels dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 21 September 2021.
 
J&J mengatakan booster yang diberikan dua bulan setelah dosis pertama meningkatkan kadar antibodi empat hingga enam kali lipat. Ketika diberikan enam bulan setelah dosis pertama, tingkat antibodi melonjak 12 kali lipat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam data yang dirilis bulan lalu, terlihat peningkatan besar dalam hal perlindungan dari virus dengan interval yang lebih lama antara masing-masing dosis.
 
Efek samping dua dosis sebanding dengan yang terlihat dalam penelitian dengan vaksin dosis tunggal. Namun, data belum ditinjau oleh peneliti lainnya, tetapi akan diserahkan untuk publikasi dalam beberapa bulan mendatang.
 
Hingga saat ini, hanya Pfizer-BioNTech yang telah mengirimkan data yang cukup kepada regulator Amerika Serikat untuk mengevaluasi apakah booster diperlukan sebelum 20 September. Keputusan tentang vaksin itu diharapkan keluar pekan ini.
 
Komite penasihat Badan Pengawas Obat AS (FDA) memilih untuk merekomendasikan otorisasi darurat booster vaksin Pfizer kepada mereka yang berusia 65 tahun ke atas dan berisiko tinggi penyakit parah.
 
J&J mengatakan telah menyerahkan data ke FDA dan berencana untuk menyerahkannya ke regulator lain, Organisasi Kesehatan Dunia dan kelompok penasihat vaksin lainnya di seluruh dunia untuk menginformasikan pengambilan keputusan mereka.
 
Uji coba dua dosis Fase III dilakukan ke 30.000 peserta. Langkah ini dilakukan untuk menguji efektivitas dosis kedua yang diberikan 56 hari setelah suntikan pertama pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.
 
Baca:  Korsel Perluas Vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin Johnson & Johnson
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif