Menurut ilmuwan, spesies ganggang invasif ini masuk dari Asia dan memerlukan langkah pencegahan untuk mempertahankan sektor pariwisata dan nelayan.
Menurut ilmuwan, spesies ganggang invasif ini masuk dari Asia dan memerlukan langkah pencegahan untuk mempertahankan sektor pariwisata dan nelayan.

Metro Siang

Ganggang Laut Invasi Pantai Selatan Spanyol

MetroTV • 19 Juli 2021 15:01
Tariv: Sektor pariwisata dan perikanan di Pantai Selatan, Spanyol, terancam invasi ganggang laut. Menurut ilmuwan, spesies ganggang invasif ini masuk dari Asia dan memerlukan langkah pencegahan untuk mempertahankan sektor pariwisata dan nelayan.
 
Serangan populasi ganggang ini terjadi di Tariva, kota paling selatan di Eropa yang berada di ujung semenanjung Hiberia. Bentangan tipis Mediterania yang memisahkan Eropa dari Afrika ini adalah tempat transit bagi paus dan tempat memancing yang kaya akan Tuna berkat nutrisi yang ada di Mediterania.
 
Invasi ganggang Ini juga mengancam rute transit utama bagi perdagangan dunia yang dilewati sekitar 300 kapal lewat setiap hari. Ganggang laut ini juga diyakini telah merusak eksosistem laut di perairan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya kenal arus laut dengan sangat baik, sepanjang hidup saya belum pernah melihat seperti ini. Dulu banyak gurita terlihat, kini kita cuma melihat satu atau dua per tahun, padahal sebelumnya banyak,” ucap Juan Rajel, kapten kapal di Tariva, dalam tayangan Metro Siang di Metro TV, Senin, 19 Juli 2021.
 
Ganggang laut ini berasal dari Asia dan tumbuh subur di kedalaman 10 hingga 20 meter. Ganggang laut jenis ini tidak memiliki predator dan mengambil alih tempat hidup spesien laut yang lain.
 
“Apa yang kita lihat adalah selimut ganggang. Faktanya, saya telah memfilmkan ikan belanak terjebak di atas ganggang, kepiting laba-laba berjalan di atas ganggang. Mereka tanpa gua mereka tempat mereka berlindung,” ucap nelayan, Juan Jose Quintero Diaz.
 
Tariva adalah pelabuhan bagi 44 perahu nelayan yang kini terancam. Kapal nelayan tiba dengan jaring berisi ganggang dan bukan ikan dan berakhir di tempat sampah.
 

Ganggu ekosistem

Tuna adalah tangkapan yang berharga namun kini sumber makanannya menghilang. Industri pariwisata juga terancam karena ganggang menjadi gangguan bagi mereka yang ingin berenang atau berselancar dan para penyelam juga sulit melihat kehidupan laut.
 
“Ganggang bergerak mengikuti pasang surut dari satu tempat ke tempat lain. Ada hari-hari saat jumlahnya banyak, dan ada hari-hari saat lebih sedikit,” ucap peneliti, Antonio Vegara.
 
Ganggang ini berasal dari pantai Tiongkok, Jepang dan semenanjung Korea tiba di tempat ini melalui air pemberat di kapal ini. Antonio Vegara mempelajari solusi yang memungkinkan termasuk meminta kapal membersihkan tangki mereka sebelum berlabuh di pelabuhan Spanyol
dan Maroko.
 
“Kapal-kapal yang beroperasi di Tanger-Med, Gibraltar, dan teluk Algeciras, air pemberatnya harus dirawat, terutama yang berasal dari Asia, tempat asal ganggang ini,” ucap pemilik pusat penyelamatan, Salvador Magarino.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif