Unjuk rasa mengecam penembakan Jacob Blake berlangsung di depan gedung pengadilan di kota Kenosha, Wisconsin, AS, 24 Agustus 2020. (Foto: Kamil Krzaczynski/AFP/Getty)
Unjuk rasa mengecam penembakan Jacob Blake berlangsung di depan gedung pengadilan di kota Kenosha, Wisconsin, AS, 24 Agustus 2020. (Foto: Kamil Krzaczynski/AFP/Getty)

Jacob Blake Lumpuh usai Tujuh Kali Ditembak Polisi

Internasional Penembakan Jacob Blake
Willy Haryono • 26 Agustus 2020 06:32
Wisconsin: Pria kulit hitam Jacob Blake mengalami kelumpuhan usai tujuh kali ditembak polisi dari arah belakang pada akhir pekan kemarin. Satu dari tujuh peluru yang dilepaskan polisi mengenai sumsum tulang belakang Blake.
 
Ben Crump, pengacara keluarga Blake, mengatakan bahwa kliennya yang berusia 29 tahun itu membutuhkan "keajaiban" untuk bisa berjalan lagi seperti biasa.
 
"Pihak keluarga meyakini keajaiban, tapi diagnosis medis saat ini adalah dia lumpuh. Peluru mengenai sumsum tulang belakang, dan menghancurkan beberapa ruas tulang. Butuh keajaian agar Jacob Blake Jr bisa berjalan lagi," kata Crump dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari BBC, Rabu 26 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Blake, yang ditembak di dekat anak-anaknya, juga mengalami luka tembakan di perut, lengan, dan kerusakan di organ ginjal serta hati. Crump mengatakan sebagian besar usus besar dan kecilnya harus diangkat karena mengalami kerusakan.
 
Ibunda Blake, Julia Jackson, mengatakan bahwa anaknya saat ini "sedang berjuang agar bisa tetap hidup." Ia meyakini anaknya akan memprotes jika mengetahui aksi unjuk rasa untuk membelanya di luar sana diwarnai aksi kekerasan.
 
"Tidak ada satu orang pun yang lebih superior dari orang lainnya," kata Jackson, dalam pernyataan yang ditujukan langsung kepada isu rasisme.
 
"Kita semua butuh penyembuhan. Saat saya berdoa untuk kesembuhan anak saya, saya juga berdoa untuk kesembuhan negara ini," sambungnya.
 
Hingga saat ini aksi protes mengecam penembakan Blake masih berlangsung di Wisconsin. Sejumlah foto memperlihatkan deretan bangunan dan kendaraan yang rusak dibakar massa dalam aksi protes mengecam penembakan Blake.
 
Gubernur Wisconsin Tony Evers mengaku harus menambah personel Garda Nasional demi melindungi sejumlah bangunan pemerintah dan juga membantu petugas di lapangan dalam menangani demonstran.
 
Penembakan Blake terjadi di tengah ketegangan rasisme yang belum mereda usai kematian pria kulit hitam asal Minneapolis, George Floyd. Kematian Floyd pada Mei lalu memicu unjuk rasa masif yang meletus di banyak kota AS, bahkan hingga ke sejumlah negara lain.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif