Angkatan Udara India menggunakan pesawat jet tempur Rafale buatan Prancis. (Foto: AFP)
Angkatan Udara India menggunakan pesawat jet tempur Rafale buatan Prancis. (Foto: AFP)

Yunani Siapkan Jet Baru di Tengah Ketegangan dengan Turki

Internasional prancis yunani
Willy Haryono • 13 September 2020 15:38
Athena: Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis memaparkan rencana memperkuat kemampuan pertahanan negara, termasuk membeli sejumlah pesawat jet tempur, kapal frigat, helikopter dan sistem persenjataan terbaru. Rencana disampaikan di tengah ketegangan negaranya dengan Turki atas isu eksplorasi sumber daya alam di Mediterania timur.
 
Dalam sebuah pidato tahunan, PM Mitsotakis mengatakan bahwa Yunani akan membeli 18 jet Rafale buatan Prancis untuk menggantikan unit Mirage 2000 yang sudah usang. Selain itu, Yunani juga akan membeli empat helikopter dan empat frigat terbaru untuk memperkuat Angkatan Laut.
 
"Angkatan bersenjata negara kita akan mendatangkan senjata anti-tank, torpedo, dan misil terbaru, serta mempekerjakan 15 ribu tambahan orang dalam lima tahun ke depan," ujar PM Mitsotakis, dilansir dari laman France 24, Minggu 13 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prancis menyambut baik rencana Yunani yang hendak membeli jet tempur Rafale. "Menteri Angkatan Bersenjata Florence Parly menyambut baik pilihan Perdana Menteri Mitsotakis dalam membeli 18 pesawat Rafale," ujar pernyataan dari Kementerian Pertahanan Prancis.
 
"Pilihan ini memperkuat hubungan antara Yunani dan angkatan bersenjata Prancis," sambungnya. Kontrak resmi pembelian 18 Rafale akan ditandatangani dalam beberapa bulan ke depan.
 
Sama-sama merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Yunani dan Turki sama-sama mengerahkan unit angkatan laut dan udara untuk mempertahankan klaim wilayah di Mediterania timur. Turki telah memperpanjang eksplorasi gas alam di Mediterania, sebuah langkah yang dikecam keras Yunani dan juga Siprus.
 
Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan NATO, bahwa ketegangan antara Turki dan Yunani dapat berujung pada konflik terbuka. Namun PM Mitsotakis menekankan negaranya akan terus mendorong penyelesaian konflik secara damai.
 
"Kami adalah negara damai, siap bekerja sama dengan siapapun, termasuk Turki," sebut PM Mitsotakis, yang berbicara dari kota Thessaloniki.
 
"Tapi jika Turki tidak setuju mengenai batas-batas wilayah maritim, maka solusinya dapat ditemukan di Pengadilan Internasional," lanjutnya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif