Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Mazen MAHDI / AFP)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Mazen MAHDI / AFP)

Bertemu Presiden Prancis, Prabowo Bahas Kelanjutan Pembelian Jet Rafale

Marcheilla Ariesta • 16 Maret 2022 22:00
Paris: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Elysee Palace, Prancis. Kelanjutan pembelian pesawat jet Rafale jadi pembahasan keduanya.
 
"Dalam pertemuan tersebut, Menhan Prabowo disambut hangat Presiden Macron. Keduanya membahas beberapa topik penting, salah satunya upaya mempererat kerja sama pertahanan kedua negara," kata Kementerian Pertahanan RI dalam pernyatannya, Rabu, 16 Maret 2022.
 
Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai kelanjutan rencana pembelian pesawat jet Rafale dan kapal selam Scorpene dari Prancis. Pembelian alat tempur itu telah disepakati kedua negara pada 10 Februari lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kesepakatan pembelian disaksikan oleh menteri pertahanan kedua negara di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.
 
Selain itu, Indonesia-Prancis juga menyepakati nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama Program Offset dan ToT antara Dassault dan PT Dirgantara Indonesia.
 
MoU kerja sama di bidang telekomunikasi antara PT LEN dan Thales Group, dan kerja sama pembuatan munisi kaliber besar antara PT Pindad dan Nexter Munition juga telah disepakati sebelumnya.
 
Indonesia dan Prancis secara resmi menyepakati aktivasi kontrak pembelian enam dari total 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation. Nilai kontrak pembelian 42 unit pesawat Rafale itu disebut-sebut mencapai USD8,1 miliar atau sekitar Rp116 triliun.
 
Baca:  Karena Ini RI Borong 42 Jet Tempur Rafale dari Prancis
 
Sekretaris Jenderal Kemhan Marsekal Madya TNI, Donny Ermawan Taufanto, mengungkapkan alasan mengapa Indonesia memilih produk pertahanan Prancis dalam memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista).
 
Faktor kualitas juga menjadi hal penting dalam pemilihan alutsista. Jika dirasa ketinggalan teknologi dalam beberapa tahun ke depan, tentu tidak menjadi pilihan. Namun, Rafale dirasa menjawab tantangan teknologi tersebut.
 
"Produk industri pertahanan Perancis juga nggak kalah dibandingkan dengan produk AS dan negara Eropa lainnya, bahkan kandungan lokal dalam negeri Perancis di produk alutsista sangat tinggi," ujar Donny.
 
Namun, itu bukan menjadi satu-satunya alasan. Kondisi alutsista udara Indonesia yang sudah cukup berumur juga menjadi faktor lain. Jika tidak ada pembenahan sedari sekarang, maka bisa mengancam pertahanan Indonesia ke depannya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif