Menlu AS Antony Blinken minta Irak selidiki pengeboman yang bunuh wargana. Foto: AFP
Menlu AS Antony Blinken minta Irak selidiki pengeboman yang bunuh wargana. Foto: AFP

Menlu AS Minta Irak Buru Pelaku Pengeboman Pembunuh Warganya

Internasional amerika serikat konflik irak irak
Willy Haryono • 16 Februari 2021 14:37
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony J. Blinken menyuarakan kemarahan atas serangan roket terhadap sebuah bandara di Irak. Serangan itu menyebabkan satu orang warga AS tewas.
 
Baca: Roket Hantam Bandara di Irak, Seorang Pekerja AS Dilaporkan Tewas.
 
“Kami sangat marah dengan serangan roket hari ini di Wilayah Kurdistan Irak. Laporan awal menunjukkan bahwa serangan tersebut menewaskan satu kontraktor sipil dan melukai beberapa anggota Koalisi, termasuk satu anggota keamanan dan beberapa kontraktor Amerika,” ujar Menlu Blinken, dalam pernyataan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa 16 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari kontraktor sipil yang tewas dalam serangan ini, dan kepada rakyat Irak yang tidak bersalah dan keluarga mereka yang menderita tindakan kekerasan yang kejam ini,” imbuh Blinken.
 
“Saya telah menghubungi Perdana Menteri Pemerintah Daerah Kurdistan Masrour Barzani untuk membahas insiden tersebut dan berjanji untuk mendukung semua upaya untuk menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban para pelaku,” tegasnya.
 
Serangan roket menghantam Bandara Erbil di wilayah semi-otonom Kurdi di Irak pada 15 Februari 2021. Juru Bicara untuk Combined Joint Task Force-Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR), Kolonel Angkatan Darat AS Wayne Marotto mengonfirmasi korban melalui Twitter.
 
Video yang muncul di media sosial setelah serangan dimulai menunjukkan apa yang tampak seperti kebakaran besar di bandara tetapi tingkat kerusakannya tidak jelas saat ini. Juga tidak jelas apakah sistem Centurion Counter-Rocket, Artillery, Mortar (C-RAM) milik AS, atau pertahanan lainnya, digunakan dalam upaya untuk mencegat proyektil yang masuk.
 
“Sejumlah roket ditembakkan ke arah Erbil dan pinggirannya sekitar pukul 9:30 malam waktu setempat dan beberapa orang terluka, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut,” pernyataan Kementerian Dalam Negeri Kurdi, seperti dikutip The Drive.
 
“Setidaknya tiga mortir digunakan dalam serangan itu. Penyelidikan awal menunjukkan kemudian bahwa sisa-sisa proyektil yang mendarat di beberapa daerah berasal dari roket,” kata para pejabat.
 
Kelompok militan yang didukung Iran Saraya Awliya Al Dam, atau Avengers of Blood Companies, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Bandara Erbil, yang dilaporkan hanya satu dari sejumlah situs yang terkena roket pada malam hari itu. Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa konsulat Tiongkok di Erbil juga diserang, di antara tempat-tempat lain dan seorang penjaga keamanan setempat terluka.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif