Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)

Macron Berusaha Redakan Ketegangan Terkait Kartun Nabi Muhammad

Internasional prancis Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron Pembunuhan di Nice
Willy Haryono • 01 November 2020 09:27
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron berusaha menurunkan ketegangan terkait kartun Nabi Muhammad buatan Charlie Hebdo yang mengundang kecaman umat Muslim di seluruh dunia. Dalam wawancara bersama saluran televisi Arab, ia memahami bahwa kartun Nabi Muhammad mungkin mengejutkan banyak Muslim di luar sana.
 
Prancis menjadi sorotan global usai Charlie Hebdo merilis ulang kartun Nabi Muhammad pada awal September. Kartun itu berujung pada serangan di bekas kantor Charlie Hebdo, pemenggalan terhadap seorang guru, penikaman di kota Nice, dan yang terbaru penembakan terhadap pendeta Ortodoks di Lyon.
 
Baca:  Pendeta Ortodoks Terluka Parah dalam Penembakan di Prancis

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ribuan prajurit Prancis telah dikerahkan untuk melindungi beberapa situs rawan seperti tempat ibadah dan sekolah. Jajaran kabinet Macron memperingatkan bahwa serangan lanjutan mungkin akan terjadi dan menimpa warga Prancis, "di mana pun mereka berada."
 
Mencoba meredakan ketegangan, Macron menyampaikan pernyataan dengan nada lebih lembut dalam wawancara bersama Al Jazeera. Ia mencoba menjelaskan kesalahpahaman mengenai niat Prancis terkait dunia Muslim.
 
"Saya dapat memahami orang-orang mungkin terkejut oleh karikatur tersebut, tapi saya tidak akan pernah bisa menerima kekerasan terjustifikasi," ucap Macron, dilansir dari CGTN pada Minggu, 1 November 2020.
 
"Saya juga memahami perasaan orang-orang, dan saya juga menghormatinya. Tapi saya ingin kalian memahami peran saya. Peran saya adalah menurunkan ketegangan, seperti yang saya lakukan saat ini, tapi di waktu yang bersamaan, saya ingin melindungi hak-hak ini," sambungnya.
 
Baca: Hizbullah Minta Prancis Redam Isu Kartun Nabi Muhammad
 
Macron menambahkan: "Saya akan selalu membela kebebasan berbicara, menulis, berpikir, dan menggambar di negara ini."
 
Ia juga menegaskan bahwa kartun Nabi Muhammad adalah murni buatan Charlie Hebdo, bukan ciptaan Pemerintah Prancis. 
 
Dalam serangan terbaru di Lyon, seorang pendeta Ortodoks terluka parah akibat terkena tembakan shotgun di bagian liver. Saat ini korban sedang dirawat di rumah sakit, sementara pelaku yang melarikan diri masih bebas berkeliaran.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif