Terpidana Lisa Montgomery menjadi perempuan AS pertama yang dihukum mati setelah 70 tahun. Foto: AFP
Terpidana Lisa Montgomery menjadi perempuan AS pertama yang dihukum mati setelah 70 tahun. Foto: AFP

Setelah 7 Dekade, Pemerintah AS Eksekusi Perempuan untuk Pertama Kalinya

Internasional amerika serikat Hukuman Mati
Marcheilla Ariesta • 14 Januari 2021 12:55
Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeksekusi terpidana Lisa Montgomery dengan suntikan mati pada dini hari kemarin, Rabu, 13 Januari 2021. Ini menjadikannya perempuan pertama yang dieksekusi otoritas federal sejak 1953.
 
Montgomery dijatuhi hukuman mati akibat melakukan pembunuhan terhadap Bobbie Jo Stinnet, yang saat itu tengah hamil delapan bulan di rumahnya, di Mossouri pada 2004 lalu. Ia kemudian mengambil janin Stinnet dari rahim dan mencoba menjadikan bayi itu anaknya sebelum ia ditangkap.
 
Bayi itu kemudian ditemukan dengan selamat oleh pihak berwenang dan dikembalikan ke ayahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Montgomery didakwa melakukan tindak pidana penculikan federal yang mengakibatkan kematian. Hakim memutuskan ia bersalah pada 2007.
 
Hakim menolak klaim pembela bahwa Montgomery mengalami delusi. Dia dihukum mati dengan suntikan pentobarbital, barbiturat yang kuat di ruang eksesusi Kementerian Kehakiman AS di penjaranya, Terre Haute, Indiana.
 
Setelah diikat ke brankar di ruang kematian, seorang algojo perempuan menanyakan kata-kata terakhirnya.
 
"Tidak," kata Montgomery dengan suara tenang dan dalam, seperti disampaikan seorang reporter yang menjadi saksi media.
 
Dilansir dari Malay Mail, Kamis, 14 Januari 2021, hakim federal di beberapa pengadilan telah menunda eksekusinya untuk memungkinkan pemeriksaan, apakah ia memiliki gangguan mental berat untuk memahami hukumannya.
 
Ia meninggal sekitar 90 menit kemudian. Beberapa kerabat Stinnet hadir sebagai saksi, namun menolak berbicara dengan media.
 
Eksekusi Montgomery ditentang oleh pakar hak asasi manusia PBB, Uni Eropa dan beberapa mantan jaksa, serta kelompok aktivis penentang kekerasan perempuan. Eksekusi perempuan tersebut menjadi yang ke-11 kalinya dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.
 
"Eksekusi ini menjadi penggunaan kekuasaan pemerintah yang tidak bisa dipertahankan," kata Persatuan Kebebasan Sipil Amerika.
 
Eksekusi Montgomery terjadi hanya sepekan sebelum pelantikan presiden terpilih, Joe Biden.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif