Ilustrasi obat-obatan. (Medcom)
Ilustrasi obat-obatan. (Medcom)

FDA Sebut Pil Molnupiravir Dapat Cegah Gejala Parah Covid-19

Willy Haryono • 27 November 2021 11:52
Maryland: Sebuah pil buatan perusahaan Merck terbukti efektif dalam mencegah gejala-gejala parah Covid-19, ucap Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dalam laporan awal yang sudah dinantikan banyak pihak pada Jumat, 26 November 2021.
 
Dalam laporan tersebut, FDA menyebut pil Covid-19 buatan Merck bernama molnupiravir bekerja dengan baik dalam penanganan Covid-19, namun disarankan tidak dikonsumsi ibu hamil. FDA menyebut benefit dari molnupiravir di tubuh ibu hamil tidak melampaui risikonya.
 
Dilansir dari AFP, laporan awal ini akan menjadi panduan bagi jajaran pakar FDA yang akan bertemu pada Selasa mendatang. Nantinya, mereka akan menentukan apakah molnupiravir layak mendapat izin penggunaan darurat atau tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika disetujui, maka molnupiravir akan menjadi langkah besar dalam perang melawan pandemi Covid-19. Molnupiravir akan menjadi alat terbaru dalam membantu mereka yang terinfeksi Covid-19.
 
Merck merilis hasil penuh uji klinis molnupiravir pada Jumat kemarin. Merck menyebut pil buatan mereka dapat mengurangi 30 persen risiko hospitalisasi dan kematian di kalangan pasien berisiko tinggi Covid-19. Angka tersebut lebih rendah dari laporan awal Merck.
 
Baca:  Menkes: Obat Covid-19 Molnupiravir Siap Digunakan Tahun Depan
 
Sementara dalam laporan FDA, molnupiravir juga terbukti efektif dalam menangani pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga menengah. Mengenai imbauan untuk tidak digunakan di kalangan ibu hamil, FDA mengatakan hal itu dikarenakan tidak adanya relawan yang hamil dalam uji kinis Merck.
 
Sebelumnya, Merck mengatakan bahwa molnupiravir dapat memangkas separuh risiko hospitalisasi dan kematian akibat Covid-19. Namun angkanya berubah menjadi 30 persen dalam laporan akhir pada Jumat kemarin.
 
Laporan interim Merck didasarkan pada sekitar 700 relawan uji klinis. Sementara dalam laporan final, Merck mengambilnya dari sekitar 1.400 relawan uji klinis. FDA mengatakan pil molnupiravir dapat diberikan oleh farmasi untuk dibawa pulang pasien.
 
Sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa pil seperti Molnupiravir bukanlah pengganti dari vaksinasi Covid-19. Mereka menegaskan vaksinasi tetap merupakan kunci utama dalam mengakhiri pandemi Covid-19.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif