Tangkapan layar dalam salah satu vidio Alvin Tedjo. Foto: LinkedIn/Alvin Tedjo
Tangkapan layar dalam salah satu vidio Alvin Tedjo. Foto: LinkedIn/Alvin Tedjo

Keturunan Indonesia-Tionghoa Jadi Wali Kota di Kanada, Ini Sosok Alvin Tedjo

Annisa ayu artanti • 27 Oktober 2026 13:18
Ringkasnya gini..
  • Alvin Tedjo, politisi keturunan Indonesia-Tionghoa, terpilih menjadi wali kota Mississauga setelah mengalahkan petahana.
  • Tedjo meraih 74.479 suara, unggul atas Carolyn Parrish dengan 51.853 suara dan Bonnie Crombie dengan 43.191 suara.
Jakarta: Alvin Tedjo, politisi keturunan Indonesia-Tionghoa, terpilih menjadi wali kota Mississauga, salah satu kota terbesar di Kanada. 

Ia mengalahkan petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie dalam pemilihan yang mengusung isu perubahan kepemimpinan di balai kota.

Melansir Global News, Selasa, 27 Oktober 2026, berdasarkan hasil tidak resmi yang dirilis pemerintah kota hingga pukul 23.30 waktu setempat pada Senin, Tedjo meraih 74.479 suara. 

Parrish berada di posisi berikutnya dengan 51.853 suara, sedangkan Crombie memperoleh 43.191 suara. Hampir seluruh tempat pemungutan suara telah melaporkan hasilnya saat angka tersebut dirilis.

Dalam pidato kemenangannya, Tedjo menegaskan bahwa hasil pemilihan menunjukkan keinginan warga untuk melihat perubahan di pemerintahan kota.

“Mississauga telah memilih perubahan,” ujar Tedjo dalam pidato kemenangannya. 

“Hari ini, Kota Mississauga telah membuat pilihan yang jelas dan bersejarah untuk menuntut perubahan di balai kota,” imbuhnya.
   

Alvin Tedjo Menang Setelah Kampanye Berjalan


Kemenangan Tedjo diraih setelah menjalani kampanye selama beberapa pekan. Dukungan terhadap anggota dewan kota yang baru satu periode menjabat itu terus menguat menjelang pemilihan.

Hasil ini berbeda dari pemilihan sela pada 2024, ketika Tedjo juga mencalonkan diri sebagai wali kota. Saat itu, ia berada di posisi kedua dengan perolehan 25 persen suara, di bawah Parrish yang memperoleh 31 persen.

Namun, persaingan kali ini berakhir dengan Tedjo unggul atas dua tokoh yang pernah memimpin Mississauga. 
Hasil tersebut juga berbeda dari jajak pendapat Liaison Strategies pada 22 Oktober, beberapa hari sebelum pemungutan suara, yang mencatat dukungan Tedjo sebesar 31 persen, tepat di belakang Crombie.

Selama menjadi anggota dewan kota, Tedjo terlibat dalam berbagai komite dan menjadi bagian dari Dewan Wilayah Peel atau Region of Peel Council.

Carolyn Parrish Akui Kekalahan, Sebut Masa Jabatan Penuh Tantangan


Petahana Carolyn Parrish mengakui hasil pemilihan tersebut tidak sesuai dengan harapan timnya. Ia menyampaikan hal itu kepada para pendukungnya setelah hasil mulai terlihat.

“Namun terkadang dunia memang berubah,” ungkapnya.

Parrish mengatakan ia tetap yakin telah menjalankan tugasnya dengan baik selama menjabat, meskipun masa kepemimpinannya berlangsung dalam situasi yang tidak biasa.

“Saya sangat yakin bahwa selama dua setengah tahun masa jabatan saya, atau berapa pun lamanya saya telah bekerja dengan sangat baik,” ujarnya. 

“Ini bukan pemilihan yang biasa. Kita juga tidak menjalani dua setengah tahun yang biasa. Kita hidup di masa-masa yang sulit,” tuturnya.

Ia juga menilai tim kampanyenya seharusnya dapat menyampaikan pesan dengan lebih sederhana. Parrish mengungkapkan bahwa ia sudah memperkirakan hasil tersebut sejak satu atau dua hari sebelumnya dan kini merasa “tenang.”

Meski kalah, Parrish menyatakan Tedjo dapat menghubunginya untuk meminta saran terkait pekerjaan sebagai wali kota.

“(Tedjo) akan menghadapi tugas yang berat ke depannya, dan ia bisa menelepon saya kapan saja; saya akan memberitahunya apa yang sebaiknya tidak dilakukan,” katanya.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan