Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidato virtual di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB di New York, AS, Selasa 22 September 2020. (Foto: AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidato virtual di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB di New York, AS, Selasa 22 September 2020. (Foto: AFP)

Erdogan Tekankan Pentingnya Restrukturisasi DK PBB

Internasional turki Sidang Majelis Umum PBB 2020
Willy Haryono • 23 September 2020 16:15
New York: Terdapat urgensi untuk mengimplementasikan reformasi komprehensif dan bermakna di Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dapat dimulai lewat restrukturisasi Dewan Keamanan PBB. Demikian disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidato virtual di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa 22 September.
 
"Kita semua telah melihat betapa tidak efektifnya mekanisme global saat ini dalam menghadapi krisis," ujar Erdogan, dikutip dari laman Yeni Safak, Rabu 23 September 2020.
 
Ia menyebut contoh dari tidak efektifnya DK PBB adalah saat badan global itu membutuhkan waktu berpekan-pekan hingga bulan untuk memasukkan agenda seputar pandemi virus korona (covid-19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekali lagi kita telah melihat kebenaran dari tesis 'dunia ini lebih besar dari lima (anggota tetap DK PBB), yang sudah saya suarakan selama bertahun-tahun," sebut Erdogan dalam sambungan video dari Turki.
 
Menekankan pentingnya mengkaji mentalitas, institusi dan aturan demi mencegah tercorengnya reputasi organisasi-organisasi internasional, Erdogan menilai nasib kemanusiaan tidak bisa hanya diserahkan pada segelintir negara.
 
"Kita harus dapat melengkapi Dewan (Keamanan PBB) dengan struktur yang lebih efektif, demokratis, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan," tegas Erdogan.
 
"Tidak hanya itu, kita juga harus memperkuat Majelis Umum (PBB), yang merefleksikan hati nurani umum komunitas global," sambungnya.
 
Menyinggung mengenai pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi masalah global seperti covid-19, Erdogan mengatakan bahwa dunia harus mencoba menggunakan mekanisme multilateral dalam cara yang paling efektif.
 
"Kami telah berada di garda depan dalam menghadapi pandemi, baik melalui G20, Dewan Turkic, MIKTA, Organisasi Kerja Sama Islam, dan lainnya," ucap Erdogan, yang mengklaim telah menawarkan bantuan ke 146 negara di tengah wabah global saat ini.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif