PM Inggris Boris Johnson. (GABRIEL BOUYS / AFP)
PM Inggris Boris Johnson. (GABRIEL BOUYS / AFP)

2 Menteri Senior Inggris Mengundurkan Diri, Posisi PM Johnson Terancam

Willy Haryono • 06 Juli 2022 09:29
London: Posisi Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris terancam usai dua menteri seniornya, Menteri Kesehatan Sajid Javid dan Menteri Keuangan Rishi Sunak, mengundurkan diri pada Selasa malam kemarin. Keduanya mengaku sudah tidak terlalu memercayai kepemimpinan PM Johnson.
 
Tadi malam, Javid menyampaikan surat pengunduran dirinya via Twitter. Selang 10 menit kemudian, Sunak melakukan hal yang sama.
 
"Bagi saya, mundur di saat dunia sedang mengalami konsekuensi ekonomi dari pandemi, perang di Ukraina dan berbagai tantangan lainnya, merupakan keputusan yang tidak mudah," tulis Sunak, dikutip dari laman India Today.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun, publik mengharapkan pemerintah berjalan dengan baik, kompeten dan serius. Mungkin ini adalah pekerjaan menteri saya yang terakhir, tapi saya yakin standar seperti yang sudah saya sampaikan tadi layak diperjuangkan, dan itulah mengapa saya mengundurkan diri," sambungnya.
 
Sementara Javid mengatakan bahwa publik Inggris sudah kehilangan kepercayaan terhadap PM Johnson, begitu juga dengan dirinya.
 
"(Partai) Konservatif dipandang sebagai pembuat keputusan berbasis nilai-nilai kuat. Kami mungkin tidak selamanya populer, tapi kami kompeten dalam bertindak untuk kepentingan nasional," tuturnya.
 
"Sayangnya, dalam situasi saat ini, publik menyimpulkan bahwa kami tidak seperti itu. Mosi tidak percaya bulan lalu memperlihatkan bahwa banyak dari kolega kami setuju akan hal tersebut. Saya merasa situasi ini tidak akan berubah di bawah kepemimpinan Anda (PM Johnson), dan oleh karenanya, Anda juga telah kehilangan kepercayaan dari saya," ungkap Javid dalam suratnya.
 
Baca:  PM Inggris Kembali Lolos dari Mosi Tidak Percaya
 
Skandal terbaru yang menjerat PM Johnson adalah tuduhan bahwa dirinya tidak jujur mengenai seorang politikus yang ditunjuk menduduki posisi senior meski adanya klaim pelecehan seksual.
 
PM Johnson menghadapi tekanan untuk menjelaskan apa yang ia ketahui mengenai tuduhan terhadap Chris Pincher, yang telah mengundurkan diri dari pos deputi kepala pada Kamis kemarin atas dugaan bahwa dirinya telah melecehkan dua pria di sebuah klub privat.
 
Beberapa menit sebelum pengunduran diri Javid dan Sunak, PM Johnson mengatakan kepada awak media bahwa Pincher seharusnya dipecat atas insiden yang terjadi pada 2019 tersebut.
 
Saat ditanya apakah dirinya melakukan kesalahan telah menunjuk Pincher menduduki posisi di pemerintahan, PM Johnson menjawab: "Saya rasa itu sebuah kesalahan, dan saya memohon maaf. Itu adalah sebuah hal yang keliru untuk dilakukan."
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif