Warga Prancis antre untuk tes covid-19./AFP
Warga Prancis antre untuk tes covid-19./AFP

WHO: Jangan Perlakukan Omicron Seperti Flu Biasa

Internasional Virus Korona WHO covid-19 Omicron Varian Omicron
Marcheilla Ariesta • 11 Januari 2022 20:38
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta agar masyarakat dunia tidak memperlakukan varian covid-19 Omicron seperti flu biasa. Pasalnya, saat ini Omicron dinilai berada 'di jalur yang tepat' untuk dapat menginfeksi lebih dari setengah populasi di Eropa.
 
Benua Biru mencatat lebih dari tujuh juta kasus baru yang dilaporkan pada pekan pertama 2022.
 
"Pada tingkat ini, Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen populasi di wilayah tersebut akan terinfeksi Omicron dalam enam-delapan minggu ke depan," kata Direktur WHO Eropa, Hans Kluge, dilansir dari Global News, Selasa, 11 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 50 dari 53 negara di Eropa dan Asia Tengah telah mencatat kasus varian yang lebih menular ini. Ia menambahkan, ada bukti bahwa Omicron mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas lebih dari paru-paru, menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada varian sebelumnya.
 
Namun, WHO memperingatkan lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk membuktikan hal ini.
 
Baca juga: Inggris Catat 189.213 Kasus Covid-19 dan 332 Kematian
 
Senin kemarin, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan, mungkin sudah waktunya mengubah cara melacak evolusi covid-19 untuk menggunakan metode yang mirip dengan flu. Pernyataannya mengikuti tingkat kematian covid-19 di negara itu yang menurun.
 
Maksud dari pernyataan Sanchez berarti memperlakukan virus ini sebagai penyakit endemik, bukan pandemi, tanpa mencatat setiap kasus dan tanpa menguji semua orang yang menunjukkan gejala.
 
"Kami masih memiliki sejumlah besar ketidakpastian dan virus yang berkembang cukup cepat, memberikan tantangan baru. Kami tentu tidak pada titik di mana kami dapat menyebutnya endemik," ucap pejabat kedaruratan WHO untuk Eropa, Catherine Smallwood.
 
"Ini mungkin menjadi endemik pada waktunya, tetapi menetapkannya hingga 2022 agak sulit pada tahap ini," pungkasnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif