Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Foto: AFP
Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Foto: AFP

DK PBB dan Rusia Panas Lagi, Bahas Aneksasi 4 Wilayah Ukraina

Fajar Nugraha • 30 September 2022 11:52
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akan memberikan suara pada Jumat 30 September mengenai resolusi yang mengutuk referendum mengenai pencaplokan beberapa wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. Sebelumnya, Rusia sudah mengesahkan dua wilayah di Ukraina sebagai bagian dari mereka.
 
Resolusi tersebut -,yang dirancang oleh Amerika Serikat dan Albania,- tidak memiliki peluang untuk disahkan berkat hak veto Moskow, meskipun kemudian dapat diajukan ke Sidang Majelis Umum.
 
AFP menyebutkan, tes resolusi itu mengutuk organisasi Federasi Rusia atas apa yang disebut referendum ilegal" di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia seperti Donetsk, Lugansk, Zaporizhzhia dan Kherson.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Referendum itu tidak memiliki validitas. Tidak dapat menjadi dasar untuk setiap perubahan status wilayah ini, termasuk setiap pencaplokan yang dimaksudkan,” sebut laporan dari AFP itu.
 
DK PBB juga menyerukan negara-negara anggota untuk tidak mengakui pencaplokan wilayah oleh Rusia dan menuntut Moskow "segera, sepenuhnya dan tanpa syarat menarik semua pasukan militernya dari wilayah Ukraina."
 
Pertemuan itu dijadwalkan pada Jumat pukul 15:00, menjelang diskusi lain tentang kebocoran yang ditemukan di pipa gas Nord Stream, dan pada hari yang sama ketika Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan upacara resmi di Kremlin mengenai aneksasi pada Jumat.
 
Terlepas dari kepastian veto Rusia pada resolusi tersebut, semua mata akan tertuju pada tanggapan dari India dan Tiongkok.
 
Kedua negara pada Februari abstain dari pemungutan suara pada resolusi yang mengutuk invasi Moskow ke bekas tetangga Sovietnya, tetapi Tiongkok awal pekan ini menyerukan "integritas teritorial" semua negara untuk dihormati.
 
Pemungutan suara Majelis Umum nanti akan menawarkan gambaran betapa terisolasinya Rusia secara internasional.
 
Negara-negara Barat "diam-diam yakin bahwa akan ada dukungan kuat untuk integritas wilayah Ukraina di Majelis Umum," Richard Gowen, seorang analis di International Crisis Group, mengatakan kepada AFP.
 
"Saya pikir banyak negara mulai mundur dari dukungan untuk Ukraina di PBB saat perang berlanjut," kata Gowen.
 
"Tetapi dengan menempatkan aneksasi dan integritas teritorial di atas meja, (Presiden Rusia Vladimir) Putin akan memaksa banyak negara yang ragu untuk mendukung Ukraina lagi," tambah Gowen, termasuk beberapa negara Afrika.
 
"Pada akhirnya Putin telah membuat kesalahan diplomatik yang mendasar," katanya.
 
Majelis Umum memberikan suara pada resolusi mengenai invasi Ukraina tiga kali musim semi ini, dengan pemungutan suara terakhir pada bulan April menunjukkan beberapa tanda-tanda tergelincirnya persatuan internasional melawan Moskow.
 
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis mengutuk pencaplokan itu sebagai "eskalasi berbahaya" yang "tidak memiliki tempat di dunia modern."

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif