Dr Anthony Fauci, kepala penasihat kesehatan Presiden AS Joe Biden. (AFP)
Dr Anthony Fauci, kepala penasihat kesehatan Presiden AS Joe Biden. (AFP)

Fauci Perkirakan Data Definitif Omicron Bisa Didapat dalam 2 Pekan

Willy Haryono • 29 November 2021 11:49
Washington: Kepala penasihat medis Gedung Putih, Dr Anthony Fauci, mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Minggu, 28 November 2021, bahwa data definitif mengenai varian Omicron bisa didapat dalam dua pekan ke depan.
 
Dilansir dari Arutz Sheva, Fauci menginformasikan hal-hal seputar Omicron kepada Biden yang baru pulang ke Washington pada Minggu malam usai menghabiskan momen Thanksgiving di akhir pekan.
 
Fauci juga mengatakan kepada Biden bahwa dirinya yakin beragam vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini "masih dapat memberikan perlindungan terhadap gejala-gejala berat Covid-19."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para ilmuwan di seluruh dunia, termasuk AS, belum mengetahui secara pasti seperti apa karakteristik Omicron, mengenai apakah varian Covid-19 tersebut lebih menular atau berbahaya dari jenis lainnya. Satu hal yang pasti, varian Omicron memiliki jumlah mutasi yang cukup besar, bahkan mencapai 50.
 
Jumat kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian B.1.1.529 sebagai "variant of concern" dan melabelinya dengan nama "Omicron."
 
"Presiden Joe Biden akan menginformasikan publik mengenai varian baru dan respons AS pada hari Senin," ujar keterangan resmi dari Gedung Putih.
 
Sejak pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada pekan kemarin, varian Omicron telah bermunculan di sejumlah negara. Salah satunya adalah Belanda, mengonfirmasi kemunculan 13 kasus positif varian Omicron dari 61 orang asal Afsel yang tiba di Bandara Schipol.
 
Selain Belanda, beberapa negara lain telah mengonfirmasi kemunculan varian Omicron. Di Jerman, Menkes Bavaria Klaus Holetschek mengonfirmasi dua kemunculan varian Omicron itu. Dua individu itu masuk ke Jerman melalui bandara Munich pada 24 November.
 
Dua kasus varian Omicron juga terkonfirmasi di Australia. Kemenkes New South Wales (NSW) mengatakan bahwa dua individu terinfeksi varian Omicron ini tiba di Sydney dari Afrika Selatan pada Sabtu malam.
 
WHO dan Afsel menyerukan negara-negara dunia untuk berhenti memberlakukan larangan perjalanan terkait Omicron. WHO menilai larangan semacam itu merupakan langkah yang dapat dipandang sebagai sebuah "serangan terhadap solidaritas global."
 
Sementara Presiden Afsel Cyril Ramaphosa menilai larangan perjalanan sebagai tindakan diskriminatif.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif