Olaf Scholz akan segera gantikan Angela Merkel jadi kanselir Jerman./AFP
Olaf Scholz akan segera gantikan Angela Merkel jadi kanselir Jerman./AFP

3 Partai Jerman Sepakati Olaf Scholz Gantikan Angela Merkel

Internasional jerman Angela Merkel Olaf Scholz
Marcheilla Ariesta • 24 November 2021 19:22
Berlin: Jerman akan memiliki kanselir baru untuk pertama kalinya dalam 16 tahun. Politisi Sosial Demokrat, Olaf Scholz akan mengisi posisi Angela Merkel.
 
Tiga partai telah melakukan tawar-menawar di bawah kerahasiaan ketat untuk menuntaskan pemerintahan baru sejak pemilihan 26 September. Setelah banyak antisipasi, mereka diharapkan mengumumkan kesepakatan pemerintahan mereka untuk empat tahun ke depan pada hari ini, Rabu, 24 November 2021 pukul 15.00 waktu setempat.
 
Sementara bentuk pemerintahan baru sedang dirundingkan hingga menit terakhir, Scholz diperkirakan akan dilantik pada awal bulan depan. Dia akan segera menghadapi serangkaian krisis yang mendesak, termasuk pandemi yang meningkat dengan cepat dan konflik perbatasan di Belarus dan Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Partai kiri-tengah Scholz, yang menang tipis dalam pemilihan September, dari partai Merkel, Demokrat Kristen yang konservatif. Scholz merupakan menteri keuangan dalam pemerintahan Merkel selama empat tahun terakhir.
 
Dia sekarang akan memimpin koalisi tiga arah yang tidak biasa dengan Partai Hijau progresif dan Demokrat Bebas pro-bisnis yang lebih kecil.
 
Baca juga: Menang Pemilu Jerman, Olaf Scholz dapat Ucapan Selamat dari Angela Merkel
 
"Ini khas untuk Jerman: Ini perubahan dan kesinambungan dalam satu," kata Cem Zdemir, seorang anggota parlemen dari Partai Hijau, dilansir dari New York Times.
 
Ia mengatakan, jelas ada ketegangan yang dibangun ke dalam pemerintahan baru. Namun, ia berharap posisi di kementerian penting diberikan kepada mitra koalisi.
 
Jerman di bawah kepepimpinan Scholz dinilai bisa berubah. Scholz dinilai dapat memberikan bobot untuk integrasi Eropa dan mempererat hubungan dengan Amerika Serikat (AS) dalam memberi tekanan pada Tiongkok.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif