Menlu Retno Marsudi (tengah) saat berbicara di Pertemuan Tingkat Menteri Foreign Policy and Global Health (FPGH) di New York, AS, Senin, 19 September 2022. (Kemenlu RI)
Menlu Retno Marsudi (tengah) saat berbicara di Pertemuan Tingkat Menteri Foreign Policy and Global Health (FPGH) di New York, AS, Senin, 19 September 2022. (Kemenlu RI)

Indonesia Mainkan Peran Perkuat Ketangguhan Infrastruktur Kesehatan Global

Willy Haryono • 20 September 2022 08:33
New York: Memegang Presidensi G20, Indonesia telah menghasilkan disepakatinya program pendanaan global (Financial Intermediary Funding for Pandemic Prevention) sebagai langkah nyata untuk memperkuat ketangguhan infrastruktur kesehatan global. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Pertemuan Tingkat Menteri Foreign Policy and Global Health (FPGH) di New York, Amerika Serikat, Senin, 19 September 2022.
 
Hingga saat ini, komitmen dana FIF telah mencapai USD1,4 miliar.
 
Dalam forum tersebut, Menlu Retno juga menyampaikan peran Indonesia dalam mendorong pembentukan Pandemic Treaty (Perjanjian Pandemi) yang akan memperkuat peran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan memperjuangkan prinsip kesetaraan setiap negara dalam arsitektur kesehatan global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam menghadapi pandemi di masa mendatang, Menlu Retno mengusulkan tiga hal:
 
"Pertama, membangun ketangguhan infrastruktur kesehatan nasional, khususnya dengan penyediaan dukungan pendanaan. Kedua, memperkuat peran WHO untuk pengelolaan isu kesehatan global," ucap Menlu Retno, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri, Selasa, 20 September 2022.
 
"Ketiga, pentingnya konsolidasi dengan Kelompok Oslo untuk memajukan pembahasan agenda kesehatan global, termasuk untuk memperjuangkan akses kesehatan yang terjangkau bagi semua," sambungnya.
 
FPGH didirikan pada 2007, sebagai inisiatif Menteri Luar Negeri 7 negara, yakni Afrika Selatan (Afsel), Brasil, Indonesia, Norwegia, Prancis, Senegal dan Thailand. Keketuaan FPGH dipegang secara bergilir dan setiap tahun mengulas tema spesifik mengenai kebijakan luar negeri dan kesehatan, yang kemudian diusulkan menjadi rancangan resolusi Majelis Umum PBB mengenai Global Health and Foreign Policy.
 
Dalam pertemuan ini, negara-negara anggota FPGH tegaskan pentingnya peran FPGH, terutama dalam jaga kesetaraan akses bagi semua negara terhadap vaksin serta penguatan ketahanan kesehatan negara, melalui misalnya alih teknologi kesehatan.
 
Pertemuan FPGH dilangsungkan di sela-sela perhelatan High Level Week Sidang Majelis Umum ke-77 PBB.
 
Baca:  Indonesia Tekankan Pentingnya Penguatan Infrastruktur Kesehatan Global
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif