NATO desak Erdogan cabut hak veto atas Finlandia dan Swedia./AFP
NATO desak Erdogan cabut hak veto atas Finlandia dan Swedia./AFP

Pemimpin NATO Desak Erdogan Cabut Hak Veto Finlandia dan Swedia

Marcheilla Ariesta • 27 Juni 2022 11:54
Madrid: Para pemimpin NATO akan mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mencabut hak vetonya atas Finlandia dan tawaran Swedia untuk bergabung dengan aliansi militer tersebut. Desakan ini akan diajukan saat mereka bertemu untuk pertemuan puncak pada Selasa besok.
 
Pertemuan ini dilakukan saat Barat berusaha untuk  mengirim Rusia dan Tiongkok 'sinyal melawan'. Pertemuan dilakukan di bawah bayang-bayang invasi Rusia ke Ukraija.
 
Pertemuan di Madrid datang pada momen penting setelah kegagalan di Afghanistan dan perselisihan internal selama era mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengancam akan menarik Washington keluar dari kelompok itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Negosiasi di antara organisasi yang sering terpecah belah masih berlangsung, tetapi para pemimpin juga berharap untuk setuju untuk memberikan lebih banyak bantuan militer ke Ukraina," lapor AFP mengutip para diplomat, Senin, 27 Juni 2022.
 
Para pemimpin juga meningkatkan pengeluaran pertahanan bersama, memperkuat tekad baru untuk mengatasi kebangkitan militer Tiongkok, dan menempatkan lebih banyak pasukan dalam keadaan siaga untuk mempertahankan Baltik.
 
Spanyol, sebagai tuan rumah, juga mendorong agar NATO lebih fokus di sisi selatan untuk menangani migrasi dan kelompok militan di wilayah Sahel di Afrika.
 
Para pemimpin Australia, Selandia Baru, Jepang dan Korea Selatan diperkirakan akan menghadiri KTT tersebut. Kedatangan mereka sebagai bagian dari strategi Amerika Serikat (AS) yang lebih luas untuk kehadiran Barat yang lebih tegas di kawasan Indo-Pasifik untuk melawan Tiongkok.
 
"Kami akan berbuat lebih banyak untuk memastikan NATO dapat mempertahankan setiap inci wilayah sekutu, setiap saat dan terhadap ancaman apa pun," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam pidatonya pekan lalu.
 
Meskipun pejabat Inggris dan AS telah menyarankan permintaan Baltik untuk pasukan multinasional permanen di kawasan itu, pertemuan ini kemungkinan akan menyelesaikan 'kompromi' dari bala bantuan cepat yang menjanjikan.
 
Jerman mengatakan mereka akan menempatkan lebih banyak pasukan yang siap untuk mempertahankan Lituania jika Rusia berusaha untuk merebut wilayah NATO. Sementara Inggris diperkirakan akan melakukan hal yang sama untuk Estonia, sementara Latvia mencari Kanada untuk menjanjikan lebih banyak pasukan di sana.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif