Pengiriman gandum dari Ukraina dilanjutkan kembali. Foto: AFP
Pengiriman gandum dari Ukraina dilanjutkan kembali. Foto: AFP

Ukraina Kembali Melanjutkan Pengiriman Gandum

Medcom • 04 November 2022 17:57
Kyiv: Ukraina kembali melanjutkan pengiriman biji-bijian. Setelah Rusia akan melanjutkan partisipasi pada kesepakatan yang membebaskan ekspor biji-bijian dari Ukraina.
 
Disamping itu Moskow belum memutuskan apakah akan memperpanjang kesepakatan biji-bijian di luar 19 November. Pembaruan yang tertulis dalam perjanjian awal yang ditengahi oleh PBB dan Turki untuk mencegah darurat pangan global.
 
Moskow juga menuduh Inggris melatih pasukan Ukraina dalam operasi sabotase dan membantu mereka melakukan serangan akhir pekan terhadap armada Laut Hitam Rusia yang mendorong penarikannya dari perjanjian gandum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindakan konfrontatif seperti itu oleh Inggris dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak terduga dan berbahaya," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat 4 November 2022.
 
Inggris dan Ukraina sama-sama membantah tuduhan itu sebagai salah, dengan penangguhan Moskow atas kesepakatan biji-bijian menarik kecaman global karena dampaknya terhadap negara berkembang.
 
Setelah pengumuman Rabu, 02 November 2022 bahwa Rusia bergabung kembali dengan kesepakatan itu, PBB mengatakan pada Kamis, 03 November 2022 bahwa tujuh kapal sedang transit melalui koridor pengiriman Laut Hitam.
 
Diketahui Ukraina adalah salah satu produsen utama dunia dan invasi Rusia telah memblokir 20 juta ton biji-bijian di pelabuhannya sampai kesepakatan jalur aman disepakati pada bulan Juli.
 
Sekjen PBB Antonio Guterres pada Kamis, 03 November 2022 menyerukan pembaruan kesepakatan untuk mengurangi risiko kelaparan di seluruh dunia.

Harapan perpanjangan

Negosiator perdagangan PBB Rebeca Grynspan mengatakan kepada wartawan di Jenewa pada hari Kamis bahwa dia berharap pada para pihak akan bertanggung jawab dan akan memperluas inisiatif biji-bijian Laut Hitam.
 
Rusia telah menderita serangkaian kekalahan medan perang dalam beberapa bulan terakhir dan Ukraina tampaknya berada di belakang serangkaian serangan berani jauh di belakang garis Rusia.
 
Moskow telah membalas dengan gelombang serangan rudal yang menargetkan infrastruktur energi Ukraina yang telah menyebabkan pemadaman listrik yang meluas, meningkatkan kekhawatiran tentang pemanas, listrik dan pasokan air musim dingin ini.
 
"Kami tidak akan membiarkan kebrutalan perang ini menyebabkan banyak orang tua, anak-anak, orang muda dan keluarga sekarat di bulan-bulan musim dingin mendatang," kata Baerbock.

Bantah

Juru bicara kementerian luar negeri Ukraina Oleg Nikolenko membantah klaim Rusia bahwa Kyiv telah menawarkan jaminan keamanan, dengan mengatakan pihaknya hanya menegaskan kembali mereka yang sudah ada dalam kesepakatan.
 
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada hari Rabu, 02 November 2022 bahwa dimulainya kembali kesepakatan itu. Negosiasi juga sedang dilakukan untuk membuka blokir ekspor pupuk dari Rusia telah membuat langkah maju yang penting.
 
Moskow telah mengeluhkan ekspor biji-bijian dan pupuknya terus menghadapi masalah atas sanksi yang dikenakan setelah invasi meskipun ada kesepakatan Juli yang menyerukan sanksi untuk menyisihkan produk terkait pertanian.
 
Sementara itu, pengawas nuklir IAEA PBB mengatakan para inspekturnya tidak menemukan indikasi di tiga lokasi yang telah mereka periksa di Ukraina.
 
Para inspektur mulai memeriksa situs-situs tersebut pada hari Senin atas permintaan Kyiv untuk membantah tuduhan Moskow bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan bom kotor terhadap pasukan Rusia.Kyiv telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Moskow sendiri mungkin menggunakan bom kotor dalam serangan "bendera palsu". (Mustafidhotul Ummah)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif