Petugas forensik bekerja di salah satu lokasi pembunuhan di Kolombia. (AFP PHOTO/Jesus Rico)
Petugas forensik bekerja di salah satu lokasi pembunuhan di Kolombia. (AFP PHOTO/Jesus Rico)

17 Orang Tewas dalam Rentetan Pembunuhan di Kolombia

Marcheilla Ariesta • 13 September 2022 15:01
Bogota: Sebanyak 17 orang tewas dalam serentetan insiden kekerasan sejak tiga hari terakhir di Kolombia. Hal ini menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi Presiden Gustavo Petro.
 
Di kota utara Barranquilla, enam orang ditembak mati oleh orang-orang bersenjata saat para korban sedang minum di sebuah bar. Polisi mengatakan penembakan itu terkait dengan geng pengedar narkoba Klan Teluk yang menyerang kelompok saingannya, Los Costenos.
 
"Di Santander utara-tengah, seorang guru, istri dan dua anaknya dibunuh oleh sekelompok penyerang pada Minggu pagi," kata pihak berwenang setempat, dilansir dari AFP, Selasa, 13 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak lima imigran asal Venezuela, yang dituduh terlibat dalam pembunuhan, kemudian digantung warga sebagai tindakan balas dendam.
 
Wali kota setempat mengatakan kepada stasiun radio nasional bahwa para pembunuh adalah "orang-orang dari Venezuela" yang ingin "mencuri uang."
 
Setelah serangan itu, seorang karyawan yang terluka dari keluarga korban memberi tahu tetangganya. "Mereka main hakim sendiri dan membunuh kelima penyerang," kata wali kota.
 
Menurut LSM Indepaz, seorang penjaga adat setempat di wilayah Arauca timur laut ditemukan tewas dalam keadaan mengerikan.
 
Pada Sabtu malam, seorang pemimpin serikat pekerja ditembak mati dua pengendara sepeda motor di kota pelabuhan timur laut Barrancabermeja. Satu hari sebelumnya, pemimpin lokal lainnya, seorang perempuan muda, ditikam sampai mati di rumahnya di Sucre utara.
 
Indepaz mengatakan kematian itu membuat jumlah pemimpin lokal dan masyarakat yang terbunuh sejak Kolombia menandatangani kesepakatan damai 2016 dengan gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Marxis Kolombia menjadi 128.
 
Petro, presiden sayap kiri pertama Kolombia, berjanji membawa "perdamaian total" setelah menang pemilu pada Juni lalu.
 
Kolombia mengalami enam dekade konflik yang melibatkan gerilyawan sayap kiri, pengedar narkoba, paramiliter sayap kanan dan pasukan negara.
 
Sebagai mantan gerilyawan kota sendiri, Petro telah berjanji membuka pembicaraan dengan kelompok pemberontak terakhir yang diakui di negara itu, Tentara Pembebasan Nasional (ELN). Dia juga akan mengupayakan dialog dengan sejumlah geng narkoba demi mengakhiri siklus kekerasan.
 
Baca: 72 Jam Berdarah di Kolombia, 17 Orang Meninggal Dunia
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif