Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: AFP)
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: AFP)

Sekjen PBB Kecam Berlanjutnya Ketegangan di Nagorno-Karabakh

Internasional pbb konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Willy Haryono • 06 Oktober 2020 11:54
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres "sangat khawatir atas berlanjutnya" pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di zona konflik Nagorno-Karabakh. Guterres juga khawatir konflik tersebut telah meluas ke sejumlah wilayah sipil.
 
"Ia mengingatkan semua pihak untuk memenuhi tanggung jawab dalam melindungi masyarakat sipil beserta infrastrukturnya di bawah hukum internasional," ucap juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dikutip dari laman UN News pada Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Guterres juga menggarisbawahi tidak adanya solusi militar dalam konflik di Nagorno-Karabakh. Ia pun menyerukan Armenia serta Azerbaijan untuk segera mengakhiri pertempuran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain kepada Armenia dan Azerbaijan, Guterres juga menyerukan kepada semua aktor regional dan internasional terkait untuk menggunakan pengaruh masing-masing. Ia meminta agar semua pihak berusaha bersama dalam mendorong Armenia dan Azerbaijan kembali ke meja negosiasi di bawah payung Minsk Group dari Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE).
 
Dalam keterangan pers di kantor PBB, Dujarric menyampaikan informasi terbaru seputar isu kemanusiaan di Nagorno-Karabakh. Ia menyebut bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) khawatir terhadap konflik di Nagorno-Karabakh yang mulai berdampak pada masyarakat sipil.
 
"Kolega kemanusiaan kami menginformasikan bahwa pertempuran terus menelan korban jiwa serta luka dari kalangan warag sipil," sebut Dujarric.
 
"Dari fase awal pertempuran hingga hari ini, lebih dari 40 warga sipil dilaporkan tewas dan 200 lainnya terluka dari kedua kubu. Ratusan rumah juga rusak parah," sambungnya.
 
"Tim negara anggota PBB di Yerevan dan Baku siap merespons terhadap kebutuhan kemanusiaan. Tapi sejauh ini kedua pemerintahan belum meminta bantuan dari kami," tutur Dujarric.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif