Dubes Darmansjah Djumala (kiri) bersama Dirjen IAEA Rafael Mariano Grossi di Wina, Jumat 2 Oktober 2020. (KBRI Wina)
Dubes Darmansjah Djumala (kiri) bersama Dirjen IAEA Rafael Mariano Grossi di Wina, Jumat 2 Oktober 2020. (KBRI Wina)

Indonesia-IAEA Kerja Sama Teknologi Nuklir untuk Limbah Plastik

Internasional nuklir indonesia-austria Teknologi Nuklir Limbah nuklir
Willy Haryono • 04 Oktober 2020 19:03
Wina: Duta Besar/Wakil Tetap RI untu Wina, Dr. Darmansjah Djumala, bertemu dengan Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, di Markas Besar Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Vienna International Centre, Austria pada Jumat sore, 2 Oktober 2020.
 
Dalam kesempatan ini, Dubes Djumala bersama Dirjen IAEA membahas capaian kerja sama Indonesia dan IAEA dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk maksud damai, serta potensi pengembangan kerja sama untuk menjawab tantangan pembangunan nasional dan global.
 
Berdasarkan keterangan pers KBRI Wina yang diterima Medcom.id pada Sabtu, 3 Oktober 2020, salah satu topik spesifik yang dibahas dalam pertemuan ini adalah komitmen Pemerintah Indonesia berpartisipasi aktif dalam program IAEA terkait penanganan masalah limbah plastik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Grossi mengusung program Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastic) yang memfasilitasi pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengelolaan dan daur ulang limbah plastik.
 
Indonesia berpotensi menjadi salah satu pilot country karena dinilai telah memiliki kapasitas dalam penguasaan teknologi radiasi serta sumber daya manusia yang handal. Program ini ditargetkan dimulai pada tahun 2021 serta akan melibatkan pemangku kepentingan nasional dalam bidang pengelolaan dan daur ulang limbah plastik.
 
Dalam kesempatan ini, Dubes Djumala menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia berpartisipasi aktif dalam implementasi program NUTEC Plastic melalui pelibatan kementerian dan lembaga teknis terkait (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian dan Badan Tenaga Atom Nasional/ BATAN) serta akademisi, asosiasi daur ulang plastik dan sektor industri nasional.
 
Integrasi program NUTEC Plastic dalam program nasional penanggulangan limbah plastik akan memberikan nilai tambah dalam penyediaan teknologi inovatif bagi sektor industri pengolahan plastik serta membantu pencapaian target pengurangan limbah plastik domestik pada skala nasional dan regional.
 
Dirjen IAEA menyatakan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia dalam upaya mensukseskan implementasi program NUTEC Plastic. Diharapkan, proyek ini dapat berjalan dengan baik dan dikembangkan di negara maupun Kawasan lainnya kedepannya.
 
"Pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai, di antaranya melalui program NUTEC Plastic ini merupakan kerja sama internasional di bidang teknologi nuklir yang kongkret dan membumi karena memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sosial ekonomi masyarakat," tegas Dubes Djumala.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif