Joe Biden tempatkan kembali pasukan AS di Somalia. Foto: AFP
Joe Biden tempatkan kembali pasukan AS di Somalia. Foto: AFP

Biden Tempatkan Kembali Pasukan AS di Somalia, Cabut Kebijakan Trump

Medcom • 17 Mei 2022 19:35
Washington: Pejabat Amerika Serikat (AS) menyatakan Presiden Joe Biden menyetujui penempatan kembali pasukan AS di Somalia, otomatis mencabut keputusan pendahulunya, Donald Trump.
 
Pengerahan itu diminta oleh Pentagon untuk mendukung perang melawan kelompok bersenjata al-Shabab. Mantan Presiden Trump menarik sekitar 700 tentara AS dari Somalia pada tahun 2020.
 
Langkah untuk kembali mengadakan kehadiran militer di negara Afrika Timur itu dilakukan saat pemilihan presiden (Pilpres) yang sebelumnya lama tertunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hassan Sheikh Mohamud, mantan aktivis perdamaian, berjanji untuk bekerja sama dengan pihak internasional saat ia menjabat pada Senin, 16 Mei 2022.
 
Somalia telah mengalami keadaan tidak aman selama sekian dekade. Militan Islam yang pernah menguasai negara itu pun masih menguasai sebagian besar wilayah dan terus memungut pajak di beberapa tempat.
 
Banyak masyarakat di negara itu menyatakan keprihatinan mendalam ketika mantan presiden Donald Trump memerintahkan penarikan pasukan AS, yang telah lama diandalkan, serta lebih dari 19.000 penjaga perdamaian dari negara-negara Uni Afrika.
 
“Kali ini, kurang dari 500 tentara AS akan dikerahkan. Langkah ini digambarkan sebagai penempatan ulang pasukan yang telah berada di medan perang, yang sudah keluar masuk Somalia,” ucap Juru Bicara US National Security, Adrienne Watson, seperti dikutip Yahoo News, Selasa 17 Mei 2022.
 
Pernyataannya terdengar kritis terhadap pemerintahan Trump, menyebut keputusannya untuk menarik pasukan "tergesa-gesa".
 
Anggota kelompok bersenjata Al-Shabab secara teratur melakukan serangan di ibu kota Mogadishu. Serangan ditingkatkan menjelang Pemilu Mei dengan harapan menggagalkan penyelenggaraan demokrasi itu.
 
Somalia juga menghadapi tantangan berat lainnya, seperti kekeringan yang menyebabkan jutaan orang amat membutuhkan bantuan. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif