Alexande Kotey mantan anggota kelompok Islamic State (ISIS) yang bunuh warga asing. Foto: CNN
Alexande Kotey mantan anggota kelompok Islamic State (ISIS) yang bunuh warga asing. Foto: CNN

Anggota 'Beatles' ISIS Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di AS

Internasional Amerika Serikat terorisme isis
Marcheilla Ariesta • 02 Mei 2022 11:02
Washington: Alexanda Kotey, mantan anggota kelompok Islamic State (ISIS) yang membunuh dan menculik orang asing, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di pengadilan Amerika Serikat (AS). Ia dikenal sebagai salah satu anggota 'Beatles' ISIS.
 
Kotey, seorang mantan warga negara Inggris berusia 38 tahun, mengaku bersalah pada bulan September, mengakui perannya dalam kematian empat sandera Amerika di Suriah, serta penculikan dan penyiksaan terhadap jurnalis dan pekerja bantuan lainnya.
 
Dia ditangkap bersama dengan mantan 'Beatles' lainnya, El Shafee Elsheikh, oleh milisi Kurdi di Suriah pada Januari 2018. Kotey diserahkan kepada pasukan AS di Irak sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat pada 2020 untuk diadili.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Elsheikh dinyatakan bersalah atas semua tuduhan awal bulan ini, dan akan dijatuhi hukuman pada 19 Agustus.
 
Kedua orang itu muncul di pengadilan di Alexandria, di mana kerabat korban mereka diberikan kesempatan untuk berbicara.
 
"Anda menculik, menyiksa, dan bahkan berpartisipasi dalam pembunuhan orang baik dan tidak bersalah. Sekarang, Anda harus hidup dengan (rasa bersalah) itu selama sisa hidup Anda," ucap Bethany Haines, putri salah satu korban, dilansir dari AFP, Senin, 2 Mei 2022.
 
"Kalian berdua kalah," sambungnya. Bethany merupakan putri David Haines, seorang pekerja bantuan yang dipenggal oleh anggota 'Beatles' lainnya, Mohammed Emwazi yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak pada 2015.
 
Julukan itu diberikan kepada para penyandera - yang dibesarkan dan diradikalisasi di London - oleh para tawanan mereka karena aksen Inggris mereka.
 
Aktif di Suriah dari 2012 hingga 2015, "Beatles" dituduh menculik setidaknya 27 jurnalis dan pekerja bantuan lainnya dari Amerika Serikat, Inggris, Eropa, Selandia Baru, Rusia, dan Jepang.
 
Beberapa dieksekusi, kematian mereka difilmkan untuk video propaganda ISIS, sementara yang lain dibebaskan dengan uang tebusan.
 
Di antara para korban adalah jurnalis Amerika Steven Sotloff, yang ibunya Shirley berulang kali mendesak kedua pria itu untuk 'tolong buka matamu dan lihat aku'.
 
"Bagaimana Anda mulai menggambarkan dampak yang tak terbayangkan dari kehilangan seorang anak, yang terjadi di masa puncak kehidupan dewasa mudanya, dan bagaimana hal itu memengaruhi Anda sebagai orang tua, saudara kandung, keponakan, sepupu, teman, kekasih?" seru Shirley.
 
"Kematian Steven seperti film horor global di seluruh dunia yang disaksikan langsung dan terus diputar ulang dengan mengklik tombol untuk ditonton jutaan orang," sambungnya.
 
Ibu dari pekerja bantuan Kayla Mueller, yang awalnya ditahan oleh "Beatles" tetapi kemudian diserahkan kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, yang dilaporkan memperkosanya berulang kali, juga berbicara di pengadilan.
 
"Kami telah belajar beberapa hal, dan meskipun itu adalah cerita pemerkosaan, pemukulan, teror, dan horor, saya berterima kasih atas setiap bagian kebenaran tidak peduli betapa menyakitkannya mendengarnya," tuturnya.
 
"Saya tidak mencari balas dendam. Saya hanya ingin kebenaran. Saya percaya itu adalah jalan terbaik untuk kami dan keluarga kami," sambung ibu Mueller.
 
ISIS mengumumkan kematian Mueller pada Februari 2015, dengan mengatakan dia tewas dalam serangan udara Yordania, klaim yang dibantah oleh otoritas AS.
 
Kotey tidak berbicara atau menunjukkan emosi apa pun ketika Hakim TS Ellis menjatuhkan hukuman, tetapi pengacaranya mengatakan bahwa dia menyesal dan telah setuju untuk bertemu dengan keluarga korbannya.
 
Hakim mengatakan bahwa sebagai bagian dari tawar-menawar pembelaan, jaksa telah berjanji untuk memfasilitasi pemindahannya ke Inggris dalam waktu 15 tahun.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif