Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (JEAN-GUY PYTHON / AFP)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (JEAN-GUY PYTHON / AFP)

WHO: Saat Ini Cacar Monyet Bukan Darurat Kesehatan Global

Willy Haryono • 26 Juni 2022 10:34
Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa wabah cacar monyet merupakan ancaman yang semakin mengkhawatirkan, namun saat ini tidak masuk kategori darurat kesehatan global.
 
Tedros telah bertemu komite pakar pada Kamis kemarin, yang memberikan masukan mengenai apakah WHO perlu atau tidak perlu mendeklarasikan peringatan terkuatnya mengenai wabah cacar monyet.
 
Lonjakan kasus cacar monyet terdeteksi sejak awal Mei di luar negara-negara Afrika Barat dan Tengah, di mana penyakit tersebut berstatus endemi. Sebagian besar kasus terbaru berada di Eropa Barat, benua yang bukan merupakan endemi cacar monyet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih dari 3.200 kasus terkonfirmasi dan satu kematian terkait cacar monyet telah dilaporkan ke WHO. Total kasus tersebut berasal dari sekitar 50 negara.
 
Baca:  Kemenkes: Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia
 
"Komite darurat menyuarakan kekhawatiran serius mengenai skala dan kecepatan penyebaran wabah (cacar monyet) saat ini," ucap Tedros, dilansir dari The New Arab, Minggu, 26 Juni 2022.
 
"Mereka menyarankan kepada saya bahwa saat ini, wabah (cacar monyet) bukan sebuah Darurat Kesehatan Publik dari Kekhawatiran Internasional (PHEIC), yang merupakan level peringatan tertinggi WHO," sambungnya.
 
Namun Tedros mengatakan pertemuan komite pakar ini sendiri sudah dapat dikatakan sebagai bentuk meningkatnya kekhawatiran global atas penyebaran cacar monyet.
 
Menurut Tedros, wabah ini "sudah jelas merupakan sebuah ancaman kesehatan yang terus berevolusi." Ia menyerukan langkah-langkah cepat untuk menghentikan penyebaran dengan menggunakan pengawasan, pelacakan kontak, isolasi, dan perawatan pasien.
 
Selain itu, vaksinasi dan penanganan yang memadai juga disebut Tedros merupakan hal penting untuk dilakukan terhadap populasi rentan.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif