Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dilarang masuk Rusia selamanya./AFP
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dilarang masuk Rusia selamanya./AFP

Rusia Larang Wapres AS Hingga Bos Facebook Masuk untuk Selamanya

Internasional Amerika Serikat ukraina Facebook mark zuckerberg rusia Kamala Harris Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 22 April 2022 08:17
Moskow: Rusia memberlakukan larangan perjalanan bagi 27 tokoh terkemuka asal Amerika Serikat (AS). Wakil Presiden Kamala Harris hingga bos Facebook Mark Zuckerberg menjadi salah satu yang terkena larangan tersebut.
 
Larangan perjalanan ini sebagai balas dendam atas serangkaian sanksi yang dijatuhkan Washington kepada Moskow terkait invasinya ke Ukraina. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan larangan perjalanan ini berlaku 'abadi'.
 
"Selain Harris dan Zuckerberg, larangan masuk ke Rusia ini juga berlaku bagi sejumlah pejabat tinggi Kementerian Pertahanan, konglomerat, hingga wartawan AS," demikian dilaporkan dari AFP, Jumat, 22 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya AS, pemerintahan Presiden Vladimir Putin juga menerapkan larangan perjalanan bagi warga sejumlah negara sekutu Amerika seperti Kanada.
 
Baca juga: Balas Dendam, Rusia Kenakan Sanksi ke 398 Anggota Kongres AS
 
Kemenlu Rusia mengatakan, 61 warga Kanada dilarang melakukan perjalanan ke Negeri Beruang Merah. Pejabat negara hingga wartawan masuk dalam daftarnya.
 
" Daftar orang yang dilarang masuk Rusia tanpa batas waktu ini termasuk mereka yang terlibat langsung dalam pengembangan, pembuktian, dan implementasi kursus Russophobia dari rezim yang berkuasa di Kanada," kata Kemenlu Rusia dalam pernyataannya.
 
Russophobia merupakan sentimen hingga kebencian terhadap segala sesuatu yang berasal dan berhubungan dengan Rusia. Di masa lalu, Russophobia kerap didorong oleh propaganda negara Barat.
 
Larangan perjalanan ini diterapkan Rusia ketika masih menggempur Ukraina habis-habisan, terutama wilayah timur negara bekas Uni Soviet itu.
 
Selama hampir dua bulan terakhir, Rusia menginvasi Ukraina. Sanksi dijatuhkan mulai dari awal invasi hingga saat ini.
 
Namun, alih-alih menghentikan gempuran, Rusia semakin intensif melakukan serangan di Ukraina timur, terutama daerah Donbas, Donetsk, Luhansk, hingga Mariupol dalam operasi yang mereka sebut sebagai 'fase kedua perang'.
 
Ledakan terus terdengar setiap hari bahkan jam hingga korban jiwa terus berjatuhan, termasuk warga sipil dan anak-anak. 
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif