Presiden AS Donald Trump di pangkalan militer Joint Base Andrews di Maryland . (BRENDAN SMIALOWSKI/AFP/Getty)
Presiden AS Donald Trump di pangkalan militer Joint Base Andrews di Maryland . (BRENDAN SMIALOWSKI/AFP/Getty)

Terancam Dimakzulkan Lagi, Trump Nilai Langkah Demokrat Konyol

Internasional amerika serikat joe biden donald trump Pendukung Trump Rusuh
Willy Haryono • 13 Januari 2021 06:53
Maryland: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam upaya pemakzulan kedua yang didorong Partai Demokrat di level Dewan Perwakilan Rakyat. Menurutnya, langkah semacam itu "konyol" dan "berbahaya."
 
Demokrat berusaha memakzulkan Trump untuk kali kedua atas perannya dalam kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.
 
"Menurut saya (prosedur pemakzulan) menyebabkan bahaya besar bagi negara kita, dan juga memicu kemarahan besar," ujar Trump kepada awak media di pangkalan militer Joint Base Andrews dalam perjalanan menuju Alamo, Texas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak menginginkan adanya kekerasan," lanjutnya, dikutip dari laman BBC pada Rabu, 13 Januari 2021.
 
Dewan Perwakilan Rakyat dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk mendorong Wakil Presiden AS Mike Pence menggunakan Amandemen ke-25 pada Selasa waktu setempat. Amandemen ke-25 adalah mekanisme dalam melengserkan seorang presiden di AS yang dianggap sudah tidak bisa lagi bertugas.
 
Jika Pence tidak setuju atas penggunaan Amandemen ke-25, maka DPR akan melakukan pemungutan suara lanjutan atas artikel pemakzulan Trump satu hari setelahnya. Karena DPR didominasi Demokrat, Trump kemungkinan besar akan menjadi presiden pertama dalam sejarah AS yang dua kali dimakzulkan.
 
Pada 2019, Trump sudah pernah dimakzulkan oleh DPR, walau akhirnya tetap berkuasa karena ditolak di level Senat. Pemakzulan kali ini pun diyakini akan terhenti di Senat.
 
Sejumlah pihak menilai, Demokrat bukan bertujuan melengserkan Trump, tapi mencegahnya memegang jabatan politik apapun setelah nantinya keluar dari Gedung Putih pada 20 Januari saat presiden terpilih Joe Biden dilantik.
 
Mengenai kerusuhan pada 6 Januari lalu, Trump membela pidatonya yang dinilai telah mendorong sekelompok massa menerobos Gedung Capitol. Menurut Trump, pidatonya yang mendorong kedatangan massa ke Gedung Capitol "sangat layak" untuk disampaikan.
 
"Jika Anda membaca pidato saya, dan banyak yang sudah melakukannya, orang-orang merasa apa yang saya katakan benar-benar layak dan pantas," ucap Trump
 
"Dan jika Anda melihat apa yang orang lain katakan mengenai kerusuhan selama musim panas lalu, kerusuhan di Portland dan Seattle dan beberapa tempat lainnya, itulah masalah yang sesungguhnya," lanjut dia.
 
Baca:  Trump Bela Pidatonya Terkait Kerusuhan di Gedung Capitol
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif